by

Maurits Mantiri Hadiri FGD “Minimalisir Konflik Sosial” yang Digelar Pemuda Muhammadiyah Kota Bitung

-Bitung-145 views

TELEGRAFNEWS – Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) kota Bitung menggelar Dialog Publik dengan tema ” Dalam Rangka Meminimalisir Konflik Sosial di Kota Bitung”, Kamis (19/9)2019.

Kegiatan yang digelar di Hotel Summer ini dihadiri Sesepuh Adat Negeri Manembo Nembo yang juga adalah Wakil Wali Kota Bitung Maurits Mantiri, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Ismail Djafar, dan Ketua PDPM kota Bitung Risman Mantuli.

Maurits Mantiri dalam penyampaiannya mengatakan sesama warga yang hidup berdampingan dengan etnis, suku dan budaya lain, potensi gesekan tentunya tidak dapat dihindari. Terlebih Kota Bitung merupakan Kota pelabuhan yang menjadi pintu masuk masyarakat dari berbagai budaya, suku, etnis dan berbagai latar belakang.

Foto bersama usai FGD (Foto: TELEGRAFNEWS)

” Ormas adat didirikan pada awalnya adalah untuk menghimpun tokoh adat yang berperan dalam menjaga kelestarian adat dan budaya. Akan tetapi seiring berjalan waktu, ormas juga merambah dunia politik dan ranah kehidupan sosial bermasyarakat,” kata Mantiri.

Lanjutnya, konflik yang terjadi di Kota Bitung lebih banyak diakibatkan kesalahan persepsi dan kurangnya pemahaman pada kondisi sosial yang berkembang dimasyarakat.

“Sehingga diharapkan peran ormas adat dapat lebih maksimal dalam menjaga kerukunan warga,” jelasnya.

Sedangkan Ismail Djafar dalam arahannya mengatakan, konflik yang terjadi ditengah masyarakat tidak selalu harus diselesaikan oleh aparat keamanan, peran tokoh adat maupun tokoh masyarakat pada dasarnya bisa menjadi solusi penyelesaian konflik asalkan disertai komitmen yang kuat.

“Jelang pelaksanaan Pilkada khususnya di Kota Bitung, indikasi konflik sudah mulai terlihat di medsos walaupun belum terlalu berdampak signifikan, akan tetapi seyogyanya potensi konflik tersebut dapat dicegah melalui kesadaran masyarakat dalam hal ini, ormas adat guna menjaga iklim sosial yang sejuk. Peran ormas adat dan ormas keagamaan sangat penting. Contoh, Anggota Muhammadiyah yang alami konflik dimasyarakat tidak selalu harus diselesaikan diranah kepolisian. Saya sebagai pimpinan ormas ini yang akan menyelesaikan secara internal. Seperti itu,” katanya.

(Ical)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed