Dari Merauke Deklarasi Damai Digaungkan Untuk Papua

  • Whatsapp

TELEGRAFNEWS – Dalam Perbedaan Kita Bersatu, Dalam Keanekaragaman Kita Terpadu. Hal ini nyatanya memotivavasi Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) membacakan Deklarasi Damai menyikapi situasi yang terjadi di Papua akhir akhir ini yang bertempat di kantor Badan Kesatuan Bangsa, Selasa (03/09)2019.

Deklarasi ini atas dasar kesepakatan bersama dan dihadiri seluruh para kepala kepala suku indonesia yang ada di Merauke.

Read More

Kepala FPK Weeren F Kahol saat membacakan Deklarasi bersama mengatakan bahwa deklarasi ini merupakan putusan bersama semua kepala suku yang ada di negeri ini.

“Ini adalah keputusan bersama semua kepala suku yang ada di negeri ini,” ujarnya.

Berikut adalah isi deklarasi Forum Pembauran Kebangsaan:

Menyikapi situasi yang terjadi di Papua khususnya Merauke bahwa situasi dan kondisinya aman terkendali, forum pembauran kebangsaan yang di wakili semua etnis yang ada di Merauke mengambil sikap bahwa:

  1. Kami mengutuk segala tindakkan diskriminasi dan rasisme dalam kehidupan bermasyarakat,dalam berbangsa dan bernegara dalam bingkai NKRI karena semua adalah ciptaan Tuhan yang sama yang memiliki harkat dan martabat sama di muka Tuhan, hukum dan pemerintahan.
  2. Kami menolak dan mengutuk segala bentuk kekerasan,kerusuhan,penjarahan dan pembakaran serta segala bentuk kejahatan lainnya yang melanggar hak asasi manusia,menghambat pembangunan dan pelayanan publik serta mengancam eksistensi negara kesatuan Republik indonesia di merauke .
  3. Kami mendukung dan meminta kepada pemerintah agar pelaku diskriminasi dan rasisme di surabaya malang dan jawa tengah serta daerah lainnya dii indonesia proses hukum secepatnya sesuai dengan hukum yang berlaku agar tidak menimbulkan konflik yang berkepanjangan di tanah papua dan di seluruh wilyah kedaluatan republik indonesia.
  4. Kami segenap etnis yang ada dan hudup di kabupaten merauke. Yang tergabung dalam forum pembauran kebangsaan kab merauke menghimbau kepada seluruh etnis yang mendiami wilayah hukum adat malind anim di atas tanah tanah animha menghimbau agar bersama sama berkomitmen menjaga stabilitas keamanan ketertiban serta kedamaian dalam kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara karena budaya malind anim tudak mengenal penyelesaian permasalahan dengan cara cara. Kekerasan tetapi semua dapat diselesaikan dengan musyawarah.
  5. Mengajak semua masyarakat nusantara dari merauke sampai sabang untuk hidup berdampingan dengan penuh kasih sayang tanpa membedakan bedakan suku ras dan agama.
  6. Menghimbau dan mengajak seluruh masyarakat agar tak muda terprivokas dengan isue isue atau hoax yang dapat menyebabkan terjadinya perpecahan dan konflik. Horisontal diantara kita yang telah hidup berdampingan dalam suasana damai di tanah animha.

Demikan surat pernyataan ini yang di bacakan ketua Forum Pembauran Kebangsaan Weeren F. Kahol yang di saksikan dan akhirnya ditanda tangani semua perwakilan etnis yang ada di Kabupaten Merauke.

(Gilang Harry)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.