by

Berkat “Tangan Dingin” Brigpol Arham, Desa Lobonu Jadi Cerminan Toleransi di Tolitoli

-Daerah-370 views

TELEGRAFNEWS – Mungkin masih banyak yang belum mengenal nama desa Lobonu, kecamatan Basidondo, kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah. Desa yang berada diketinggian 60 Mdpl ini adalah desa perbatasan antara kabupaten Tolitoli dan kabupaten Parigi Moutong.

Berada di jalur Trans Sulawesi yang menghubungkan ke ibukota provinsi Sulawesi Tengah, kota Palu, Lobonu dikenal sebagai desa yang sangat toleran. Didaerah ini bermukim beragam suku dari berbagai daerah di Indonesia, karena merupakan wilayah transmigrasi.

Secara khusus, awak media ini mewawancarai Bhabinkamtibmas desa Lobonu Brigpol Arham. Dimana anggota Polres Tolitoli yang sejak 2016 silam bertugas di desa tersebut mengatakan bahwa cerminan toleransi beragama bisa mencontoh daerah tersebut.

“Cerminan toleransi beragama bisa menjadi teladan di desa ini,sehingga pada setiap ada momen pesta termasuk kegiatan agama selalu saya ingatkan warga saya untuk tidak terlalu larut dengan berita di televisi yang mempengaruhi cara berfikir masyarakat kita fokus jaga kedamaian dan cari nafkah sebagai petani,” kata Brigpol Arham, Rabu (18/9)2019.

Desa yang memiliki hutan Cagar Alam ini dan terus terawat hingga saat ini berkat “tangan dingin” Bhabinkamtibmas yang menjadi sosok penginisiasi Peraturan Desa (Perdes) tentang izin pembukaan lahan perkebunan.

“Saya minta petunjuk pimpinan yang selanjutnya berkoordinasi dengan pemerintah Desa, lahir Perdes terkait ijin buka lahan perkebunan dengan penangkapan Anoa oleh masyarakat karena diketahui margasatwa ini dilindungi,”Kata anggota Polri yang dikenal suka membantu warga ini.

Seorang warga desa Lobonu, Hultaini (43) mengatakan bahwa sejak Brigpol Arham me jabat sebagai Bhabinkamtibmas, suasana damai dirasakan warga desa. Karena setiap persoalan sekecil apa pun dapat diselesaikan dengan musyawarah mufakat.

“Tidak ada kasus yang menonjol, karena jika ada perselisihan sekecil apa pun kita duduk bersama sama para tokoh dari semua agama kalau bisa semua persoalan tidak sampai di Polsek dan semua diselesaikan dengan berjabatan tangan. Ini budaya yang di galakkan sama komandan Arham, “Kata Hultaini yang juga adalah Tokoh masyarakat setempat.

(Armen Djaru)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed