by

Warga Muslim Kakenturan Menolak Pembayaran Masjid Darul Ulum

-Bitung-1,518 views

TELEGRAFNEWS – Pembebasan Lahan dan ganti untung Proyek Jalan Tol Manado-Bitung sementara berlanjut.

Masjid Darul Ulum di Kakenturan Satu, Kecamatan Maesa, Kota Bitung Provinsi Sulawesi Utara, adalah salah satu lokasi yang terkena dampak proyek yang anggarannya berasal dari APBN itu.

Ramadhan Ademula Ridwan Ketua Remaja Masjid Darul Ulum Kakenturan Satu Bersama kawan – kawan yang lain telah melakukan dialog dengan beberapa warga muslim Kakenturan terkait pembangunan Masjid baru yang akan menggantikan fungsi masjid lama yang akan dibongkar.

Dalam hasil dialog tersebut menurut Ramadhan secara kelembagaan mereka menolak mekanisme ganti wajar.

“Kami secara kelembagaan menolak mekanisme ganti wajar ini dalam bentuk uang tunai dan kepanitiaan pengelolaan uang untuk pembangunan masjid, sebab hal ini menurut kami akan memicu kekacauan dan ketidak harmonisan di kelurahan Kakenturan,” jelasnya. Selasa (13/08)2019.

Ramadhan juga mengkhawatirkan pengelolaan uang oleh kepanitiaan yang di bentuk dalam rangka pembangunan masjid akan menimbulkan kecurigaan ditengah warga muslim Kakenturan.

“Kami lebih sepakat jika pembangunan Masjid Darul Ulum yang baru secara manajerial tidak melibatkan warga muslim Kakenturan agar pembangunan ini lebih Netral dan tidak menimbulkan kecurigaan dikalangan warga muslim kakenturan,” ujarnya.

Hal senada juga diungkapkan Firman Ishak selaku Jamaah Masjid Darul Ulum Kakenturan Satu yang sedari awal merasa ada informasi yang tidak dibuka secara luas kepada masyarakat terkait mekanisme ganti wajar maupun pembangunan Mesjid Darul Ulum yang baru.

“Terutama soal kepanitiaan pembangunan yang dibentuk untuk mengelola uang ganti wajar ini dalam rangka membangun Mesjid baru, yang bagi kami seharusnya mekanisme ini di serahkan kepada pihak yang akan mengganti mesjid kami entah itu pihak pembangunan jalan tol ataupun pemerintah Kota Bitung.” Ungkap Firman.

Selain itu lanjutnya, kami juga merasa pembentukan panitia pembangunan mesjid ini tidak melalui rapat secara terbuka yang dihadiri oleh seluruh jamaah Mesjid Jami Darul Ulum Kakenturan.

“Hanya sebagian orang yang diundang dan tentu ini menjadi tanda tanya besar bagi sebagian jamaah yang tidak di libatkan pada pertemuan tersebut,” pungkasnya.

Firman juga berharap alangkah lebih baiknya hal ini didudukkan kembali dengan seluruh jemaah Mesjid Darul Ulum dan kepanitiaan yang sudah dibentuk.

“Itu ditinjau kembali agar tidak ada saling curiga antar jemaah,” tutupnya.

(Ical)

Image and video hosting by TinyPic

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed