by

Sebabkan ISPA, Puluhan Warga Talaud Tuntut PT. Kawanua Keramik

-Talaud-97 views

TELEGRAFNEWS – Puluhan warga memblokade ruas jalan yang memasuki wilayah Lingkungan V atau Analan di Kelurahan Melonguane Timur, Kecamatan Melonguane, Talaud, Sulawesi Utara, Sabtu (24/8) 2019 pagi.

Dengan menggunakan masker, puluhan warga Analan tersebut menutup sebagian ruas jalan menggunakan drum bekas dan kayu. Mereka juga mencabut sejumlah anakan pohon pisang dan kelapa lalu menaruh di tengah jalan untuk menghambat kecepatan kendaraan.

Mereka menuntut PT Kawanua Keramik bertanggung jawab atas polusi udara, bahkan membuat sejumlah warga Analan terserang gangguan pernafasan (ISPA) akibat terus menerus menghirup debu dampak belum dilakukan pengaspalan ruas jalan tersebut.

“Kami sudah sangat menderita akibat dampak debu dari pengerjaan proyek jalan ini. Bahkan sudah ada warga yang terserang ISPA,” teriak warga, saat tiba di seputaran rumah Livi Tamuli, seorang pengawas proyek.

Mereka membeberkan, sudah 3 bulan proyek pembangunan Jalan Nasional XV Manado di wilayah Melonguane – Rainis, khususnya di ruas jalan Analan – Desa Mala tidak beroperasi. Proyek bersumber dana APBN berbandrol Rp27.805.050.000 Miliar dengan 286 hari kerja terhitung mulai 21 Maret 2019 tersebut, kini belum selesai dan hanya sampai pada penimbunan sirtu sehingga mengakibatkan debu dan pencemaran udara.

Karena itu, warga juga mendesak PT. Kawanua Keramik harus memberikan sejumlah kompensasi, apabila dalam waktu dekat pengaspalan belum juga dilakukan.

“PT Kawanua Keramik harus menyediakan masker bagi warga yang berdomisili di wilayah Analan maupun pengguna jalan Melonguane – Annalan. 1000 buah per hari dan kompensasi dampak debu terhadap kebersihan rumah dan halaman masyarakat, 200 ribu per rumah per hari,” tandas orator, Spener Ipu.

Warga juga menuntut kompensasi dampak debu terhadap kesehatan masyarakat Analan, 100 ribu per orang per hari. Serta menuntut PT Kawanua Keramik juga harus memerintahkan stafnya untuk mengatur arus lalu lintas dan kecepatan mobil motor agar tidak menimbulkan dampak debu dan kecelakaan.

Livi Tamuli, pengawas lapangan proyek tersebut, kepada warga menuturkan, tersendatnya pengerjaan jalan itu karena terkendala terbatasnya alat berat dan kekurangan dana.

“Diketahui ada beberapa alasan belum dilakukannya pekerjaan pengaspalan oleh PT Kawanua Keramik, antara lain sudah tidak adanya dana proyek pekerjaan untuk membeli material aspal dan material lainnya,” ujar Livi. (rey atapunang)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed