Prosesi Adat Warnai Upacara Penurunan Bendera di Distrik Bamgi

  • Whatsapp

TELEGRAFNEWS – Memperingati momentum perayaan hut RI ke 74 tahun serentak dilakukan di pelosok nusantara tak ketinggalan juga di daerah daerah terpencil yang ada di Provinsi Papua khususnya di Papua Selatan, Sabtu (17/08)2019.

Namun ada yang beda dari daerah lain di Indonesia dimana upacara “Aobade” atau penurunan bendera di distrik ini di kolaborasikan dengan tradisi adat dimana seluruh peserta memulai dari sudut distrik dengan diiringi tarian adat mulai dari anak anak hingga orang dewasa lengkap dengan busana adat.

Read More

Kepala Distrik Bamgi Yulius Yaas (foto: Gilang)

Kepala distrik Bamgi Yulius Yaas, mengatakan hal ini merupakan hasil kesepakatan seluruh aparatur distrik Bamgi masyarakat adat dan juga aparatur kelima kampung yang ada di dalam distrik Bamgi dan ini sudah mulai di terspkan sejak tahun 2016 hingga sekarang.

“ini sudah kami lakukan sejak 2016 hingga sekarang, dan sebelumnya ini telah menjadi kesepakatan kami semua di distrik Bamgi, yakni kalau pengibaran kami mengunakan prosesi upacara nasional dan saat penurunan bendera kami gunakan prosesi adat,” ujar Yulius.

Yulius juga menambahkan apa yang dilakukan ini sebagai bentuk sukacita dalam menyambut HUT RI dan sebagai ungkapan syukur atas kemerdekaan itu sendiri.

“Disamping dengan mengunakan ritual adat seperti ini tentu akan merangsang masyarakat tua muda anak mama bahkan nenek untuk ambil bagian dalam sukacita ini,” lanjutnya.

Adapun menjelang HUT RI dan sesudah perayaanya masyarakat Bamgi biasa merayakan hingga berminggu minggu sehingga biasa ibu kota distrik ini mulai terasa ramai satu minggu jelang perayaan HUT RI.

“Kebiasaan masyarakat kami disini jika perayaan HUT RI biasanya seminggu sebelum puncaknya telah berada di ibu kota distrik bamgi hal ini karena sulitnya transportasi yang memang pilihannya hanya lewat sungai,” ungkap Yulius.

Yulius berharap sebenarnya hal ini bisa saja menjadi dekat dijangkau bila pemerintah dapat membuka akses jalan namun sampai saat ini belum terselesaikan yang menyebabkan distrik ini tertinggal di bandingkan distrik lain yang ada di kabupaten Mappi.

“Tentunya perhatian pemerintah provinsi dan pusat sangat di harapkan agar dapat membuka keterisolasian distrik ini,karena sangat tidak mungkin harus bergantung pada APBD kab. Mappi yang hanya 1 triliun pertahunnya yang dibagi 15 distrik dan OPD yang ada,” tambahnya.

Selain menanggung sembako masyarakat selama hut RI pihaknya juga harus membekali masyarakatnya dengan BBM agar dapat kembali ke kampung kampung.

“Memang distrik ini yang menjadi kendala utama yakni transportasi darat, sehingga di harapkan dalam waktu yang tidak lama akses transportasi jalan darat ini dapat di buka,” tutupnya.

(Gilang Harry)

jasa website ok

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.