by

Pilu, Doa Ini Teteskan Air Mata Peserta Upacara HUT RI di Talaud

-Talaud-261 views

TELEGRAFNEWS – Camat Moronge Semuel H. Majusip menjadi inspektur upacara Hari Ulang Tahun (HUT) ke-74 RI tingkat Kecamatan Moronge, Talaud, Sulawesi Utara. Acara yang digelar di lapangan Desa Moronge Selatan Satu, Sabtu (17/8) 2019 tersebut berlangsung khidmat dan syahdu.

Para pelajar TK, SD, SMP, SMA, seluruh ASN dan perangkat desa hadir. Pun beberapa bagian lapangan dipadati masyarakat yang antusias ingin menyaksikan detik-detik pembacaan Proklamasi dan pengibaran Sang Merah Putih.

Saat bendera dikibarkan oleh pasukan pengibar bendera dari SMP Negeri 2 Lirung dan SMA Negeri 1 Moronge, seluruh peserta dan masyarakat mengiringi dengan sikap penuh hormat sambil menyanyikan lagu Indonesia Raya yang dipandu paduan suara dari SMA Negeri 1 Moronge.

Dalam suasa khidmat, sambil membacakan sambutan Gubernur Sulawesi Utara, Camat Moronge Semuel H. Majusip mengajak masyarakat agar menjaga keutuhan dan kerukunan.

Pemerintah dan masyarakat juga diharapkan menata peran tugas dan tanggung jawab masing-masing dalam melanjutkan perjuangan mengisi kemerdekaan, dengan introspeksi diri dan siap merespon perubahan kedepan.

“Kita harus melakukan introspeksi diri, menyatukan semangat kesatuan, mampu merespon dinamika perubahan yang akan datang,” ujarnya.

Memasuki penghujung upacara, tepatnya pada pembacaan doa, suasana berubah syahdu.

Pasalnya doa yang intinya memohon kemurahan Tuhan agar pemerintah pusat, provinsi, kecamatan hingga desa, diberi kemampuan memajukan masyarakat, turut disisipkan doa khusus untuk Kabupaten Kepulauan Talaud yang sedang mengalami dinamika pelantikan pimpinan daerah lima tahun mendatang.

“Terlebih lagi kami berdoa, untuk Kabupaten Kepulauan Talaud. Engkau tahu yah Tuhan, permohonan kami, mengenai kepemimpinan daerah, bupati dan wakil bupati, yang sampai saat ini belum dapat ditetapkan. KepadaMu saja, kami menyerahkan penyelenggaraan pemerintahan kabupaten Kepulauan Talaud yang kami cinta,” ucap pembawa doa dengan suara lantang dan keras, yang tak terasa begitu menyentuh hingga mengurai tangis rindu dan pilu para peserta.

(***/rey atapunang)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed