by

Dugaan Pungli dan “Pemerasan” Merebak di SMAN 1 Tolitoli

-Daerah, Edukasi, Hukrim-1,033 views

TELEGRAFNEWS – Merebaknya isu dugaan pungutan liar (Pungli) di SMA Negeri 1 Tolitoli membuat pihak sekolah angkat bicara.

Rosmawati, Wakil Kepsek SMA Negeri 1 Tolitoli (foto : ist)

Melalui Wakil Kepala SMA Negeri 1 Tolitoli Rosmawati membantah adanya permintaan uang kursi, meja dan uang cat kepada siswa baru tahun ajaran 2019/2020.

Menurutnya, semua yang dimaksud itu sudah tercover di dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

“Kalau pun ada, itu pasti sudah kesepakatan bersama dengan pengurus Komite Sekolah dan orang tua wali siswa. Tujuannya tentu untuk proses kelancaran belajar mengajar,” jelasnya saat dihubungi awak media ini, Kamis (8/8)2019.

Rosmawati menambahkan, jika ada orang tua siswa yang dapat informasi permintaan uang. Dirinya menghimbau agar segera menemui pimpinan sekolah untuk mengklarifikasi kebenarannya.

“Jadi kalau ada info seperti itu langsung ke sekolah dan pertanyakan apakah benar. Jangan sampai info yang diterima tidak simpang siur. Karena SMA Negeri 1 Tolitoli tidak pernah ada pungutan apa pun,” pungkasnya.

Namun, pernyataan berbeda disampaikan oleh salah satu orang tua siswa. Dimana menurutnya, pihak sekolah meminta uang bangku, kursi bahkan uang untuk pembelian cat.

“Ada berbagai pungutan di sekolah. Dan yang bikin miris, jika anak anak belum bayar setiap hari akan dilipatgandakan, seperti contoh anak kami, dimana permintaan uang cat yang awalnya 30 ribu, karena keesokan harinya belum bawa uang, guru kemudian mengatakan besok naik jadi 40 ribu dan begitu seterusnya. Ini kan pemerasan namanya,” pungkasnya sambil meminta namanya tidak dipublis.

(Armen Djaru)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed