by

DPRD Tolitoli Akan Miliki Aleg Penyandang Disabilitas, Berikut Profilnya

TELEGRAFNEWS – Ada yang menarik pada pelantikan Anggota DPRD Tolitoli yang rencananya akan digelar pada september 2019 mendatang. Dimana dari 30 anggota DPRD Tolitoli yang telah ditetapkan KPU hasil Pemilu 17 April silam, ada satu legislator yang berbeda dari yang lainnya.

Dia adalah Muhammad Mubarak, anggota DPRD Tolitoli terpilih dari Pantai Amanat Nasional (PAN) daerah Pemilihan kecamatan Tolitoli Utara, Dakopamean dan Galang. Politisi kelahiran 25 Mei 1985 ini adalah putra pasangan Mukaddis dan Endang Hartati Halik. Pria ini adalah penyandang disabilitas tuna netra yang sukses meraup 1032 suara.

Terlahir dari keluarga politisi, ibu Mubarak adalah mantan anggota DPRD Tolitoli dari Partai Golkar, meskipun ayahnya seorang birokrat murni yang kini menjabat sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) kabupaten Tolitoli.

Muhammad Mubarak saat berbagi dengan pemulung (foto: ist)

Muhammad Mubarak merupakan jebolan Universitas Tadulako, meraih gelar sarjana tahun 2008 Pasca selesai menimba ilmu di Untad dengan gelar Sarjana Hukum, Mubarak kemudian memimpin dua perusahaan dengan jabatan sebagai direktur di CV Pratama dan CV Usaha Bersama selama kurir 2008-2019.

Mubarak juga pernah duduk sebagai Ketua Badan Koordinasi Persaudaraan Pemuda Etnis Nusantara (PENA) Tolitoli 2013, ketua bidang organisasi, kader dan keanggotaan di KNPI Tolitoli, ketua bidang di HIPMI Tolitoli 2017-2021

Menurut suami Hajirah Badarudin yang dikarunia dua orang putra ini, dirinya terjun dipanggung politik praktis berkat dorongan sang istri.

“Istri sangat membantu karir politik saya. Berkat dorongan beliau sehingga saya bisa mencapai semua ini,” katanya saat berbincang dengan telegrafnews.co, Rabu (21/8)2019.

Kehadiran Mubarak nantinya di gedung DPRD kota cengkeh mengingatkan betapa rakyat masih ada yang memilih berdasarkan kemampuan rekam jejak dan politisi yang mampu melihat kesulitan rakyat yang diwakilinya.

“Beliau dekat dengan masyarakat yang termarjinalkan. Seperti pemulung dan pekerja informal lainnya, bahkan beliau setiap saat berbagi dengan para pemulung di TPA, meskipun beliau sendiri memiliki keterbatasan penglihatan. Tapi mata hatinya tetap bisa dengan jernih melihat kesulitan rakyat,” jelas seorang warga.

(Armen Djaru)

Image and video hosting by TinyPic

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed