by

Debt Collector Tarik Paksa Kendaraan, Korbannya Wartawan di Cilegon

TELEGRAFNEWS – Kekerasan kembali terjadi dan dilakukan oleh debt collector, Tindakan kekerasan yang dilakukan oleh debt collector kali ini menimpa seorang wartawan atau Jurnalis yang berinisial GA di Kota Cilegon, provinsi Banten.

Korban yang pada saat itu menemui rekannya Rudi yang datang dari Jakarta di salah satu penginapan di Kota Cilegon, tiba-tiba sejumlah pria berbadan tegap menghadang kendaraan korban yang akan keluar gerbang.

Tanpa banyak basa-basi paranpria yang ternyata adalah debt collector yang berjumlah 8 orang melakukan pemaksaan kepada korban untuk keluar dari mobil dan meminta korban untuk masuk ke dalam mobil para debt collector, Korban yang tidak tahu akar persoalannya sebab kendaraan yang di pakai bukanlah miliknya dan hanya dipinjam dari salah satu rekannya.

Korban berupaya melakukan perlawanan terhadap debt collector namun dengan hanya seorang diri akhirnya korban kalah jumlah dengan 8 orang debt collector.

Saat dikonfirmasi awak media, Korban yang berinisial GA mengatakan bahwa Para debt collector tersebut berasal dari PT. Andalan Finance, Pokok persoalannya pun tidak ia ketahui karena hanya sebatas meminjam kendaraan dari temannha.

“Adapun pemilik kendaraan menunggak angsuran itu bukan urusannya dengan saya dan tidak melakukan tindakan kekerasan atau perbuatan tidak menyenangkan terhadap saya, Kita sudah melakukan upaya hukum dan saat ini perkaranya sudah saya laporkan kepada pihak kepolisian Polda Banten, Kita percayakan kepada pihak kepolisian untuk proses hukum lebih lanjutnya karena saya yakin pihak kepolisian akan menegakan hukum secara tegas dan tidak pandang bulu, ” Ujar GA seperti dikutip dari berbagai sumber.

Saat dimintai tanggapannya Saeful Bahri Ketua Umum Perkumpulan Gerakan Moral Anti Kriminalitas ( GMAKS ) meminta aparat hukum baik jajaran Polda Banten agar dapat menindak tegas dugaan premanisme dalam eksekusi unit kendaraan dilapangan, karena negara indonesia ini adalah negara hukum jadi semuanya diatur dalam hukum.

“mengingat hutang piutang mungkin harus ada putusan pengadilan. jika memang itu ada perintah dari Industri Keuangan Non Bank PT. Andalan Finance maka harus di lakukan penyelidikan apakah sesuai dengan SOP dalam melakukan eksekusi tersebut,” kata Saeful, Rabu (7/8)2019.

Berdasarkan POJK Nomor 29/POJK.05/2014 tentang Penyelenggaraan Usaha Perusahaan Pembiayaan, ada lima pasal mengatur tata cara pembebanan jaminan fidusia yang mesti dilakukan Perusahaan Pembiayaan Pasal 50 Pegawai dan/atau tenaga alih daya Perusahaan Pembiayaan yang menangani bidang penagihan wajib memiliki sertifikat profesi di bidang penagihan dari lembaga yang ditunjuk asosiasi dengan menyampaikan pemberitahuan kepada OJK dan disertai dengan alasan penunjukan. agar kedepannya tidak lagi terjadi hal hal yang meresahkan masyarakat.

(*/AL)

Image and video hosting by TinyPic

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed