by

Baliho di Bitung Diduga Lecehkan Lambang Garuda

-Bitung-913 views

TELEGRAFNEWS – Semarak nuansa Kemerdekaan masih terasa di sejumlah daerah, khususnya di Kota Bitung, Provinsi Sulawesi Utara, terlihat alat-alat peraga dan atribut-atribut bernuansa kemerdekaan masih terpampang. Senin (19/08)2019.

Dari alat-alat peraga tersebut ada baliho ucapan selamat hari kemerdekaan dari Pemerintah Kota (Pemkot) yang menarik perhatian sejumlah warga.

Baliho tersebut dipajang di sepanjang jalan yang ada di Kota Bitung.

“Kenapa gambar garudanya ditaruh dibawah, malahan yang diatas adalah gambar logo Pemkot dan gambar kepala daerah,” ungkap seorang warga yang tak mau namanya dipublikasi.

Menurutnya, Garuda adalah lambang negara, dan diatur dalam Undang-undang No 24 tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan dalam pasal 55 diatur penempatan lambang negara diatas dari gambar presiden resmi dan wakil presiden resmi.

“Di hari kemerdekaan tapi telah dinodai dengan adanya oknum yang kurang paham tentang pancasila sehingga mereka menempatkan simbol negara di tempat yang bukan semestinya,” sesalnya.

Sementara itu Kepala Bagian Tata Usaha Pimpinan (TUP) Pemkot Bitung Ledy Ambat ketika dikonfirmasi sejumlah awak media di ruang kerjanya meminta maaf akan hal tersebut karena tidak ada unsur melecehkan.

“Meminta maaf dan dalam baliho tersebut tidak ada unsur melecehkan, karena tidak merubah bentuk, atau memasang lambang negara yang dicoret atau dirobek seperti tertulis dalam UU no 24 pasal 57 tentang larangan. Itu semua karena bentuk kreativitas dan sempat juga diperlihatkan pada pimpinan. Sekali lagi tidak ada unsur melecehkan lambang negara,” jelasnya.

Menurutnya, baliho itu dibuat untuk turut meramaikan Hari Ulang Tahun Proklamasi Indonesia yang ke 74 tahun tidak ada unsur melecehkan.

Seperti diketahui peraturan mengenai lambang negara diatur dalam Undang-undang no 24 tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara.

Dalam pasal 55 penempatan lambang negara berbunyi;
(1) Dalam hal Lambang Negara ditempatkan bersama-sama dengan Bendera Negara, gambar Presiden dan/atau gambar Wakil Presiden, penggunaannya diatur dengan ketentuan:
a. Lambang Negara ditempatkan di sebelah kiri dan lebih tinggi daripada Bendera Negara; dan
b. gambar resmi Presiden dan/atau gambar Wakil Presiden ditempatkan sejajar dan dipasang lebih rendah daripada Lambang Negara.
(2) Dalam hal Bendera Negara sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a dipasang di dinding, Lambang Negara diletakkan di tengah atas antara gambar resmi Presiden dan/atau gambar Wakil Presiden.

Sedangkan dalam pasal 57 Setiap orang dilarang:
a. mencoret, menulisi, menggambari, atau membuat rusak Lambang Negara dengan maksud menodai, menghina, atau merendahkan kehormatan Lambang Negara;
b. menggunakan Lambang Negara yang rusak dan tidak sesuai dengan bentuk, warna, dan perbandingan ukuran;
c. membuat lambang untuk perseorangan, partai politik, perkumpulan, organisasi dan/atau perusahaan yang sama atau menyerupai Lambang Negara; dan
d. menggunakan Lambang Negara untuk keperluan selain yang diatur dalam Undang-Undang ini.

(Ical)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed