by

YPTK Tidak Lagi Bagian GMIM

-Edukasi, Tomohon-441 views

TELEGRAFNEWS – Tangis diiringi nyanyian rohani para mahasiswa, dosen serta pengurus UKIT YPTK
warnai jalanannya proses penyegelan sejumlah aset GMIM yang dipakai Universitas Kristen Indonesia Tomohon (UKIT) Yayasan Perguruan Tinggi Kristen (YPTK) dilakukan Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS) GMIM.
Kamis (11/07) 2019.

Penyegelan tersebut diduga dapat menghentikan langkah rekonsiliasi UKIT yang telah digembar-gemborkan beberapa waktu lalu.

Ketua BPMS GMIM Pdt Hein Arina, memimpin langsung jajarannya dalam upaya pengambilan kembali aset GMIM yang telah sekian tahun dikelola UKIT YPTK.

Ketika akan dikonfirmasi sejumlah awak media, Ketua BPMS GMIM tampaknya menghindar.

Pdt Evert Tangel, Sekretaris BPMS GMIM yang turut hadir ketika dikonfirmasi membenarkan aktivitas pengambilan aset tersebut sebagai amanat Sidang Majelis Sinode Tahunan (SMST) di Likupang November 2018 silam.

“SMST 2018 mengamanatkan BPMS untuk mengambilalih aset GMIM yang diduduki YPTK,” jelasnya.

Tangel menjelaskan YPTK tidak lagi bagian dari GMIM seraya menyatakan sudah ada yang diakui yakni Yayasan GMIM Ds AZR Wenas.

Terkait pengambilan aset tersebut, Tangel menyebutkan pihaknya telah 5 kali melayangkan surat pemberitahuan secara resmi kepada pribadi-pribadi yang mengelola YPTK.

“Aset yang disegel berupa fasilitas ruang kampus, asrama serta rumah dinas dosen dan jalan masuk ke Kampus Bersinar itu telah ditutupi seng,” terangnya.

Sementara Ketua Yayasan YPTK John F Mailangkay juga Dosen yang telah mengajar selama 30 tahun itu mengharapkan penyelesaikan dapat secara prosedural.

“Selesaikan itu dengan cara gerejawi, kalau mereka di sana berdoa, kita juga berdoa. Nanti lihat doa siapa yang terjawab,” tegasnya.

(AL)

Image and video hosting by TinyPic

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed