PPDB Di SMK Tak Pakai Sistem Zonasi

  • Whatsapp

TELEGRAFNEWS – Tahun ajaran Baru tentunya setiap sekolah gelar Pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) begitu juga dengan SMK Negeri 2 Bitung.

Ada yang berbeda dengan PPDB jenjang SMK di Kota Bitung tahun ini, dimana dihilangkan nya sistem zonasi yang pada tahun 2018 sempat dijalankan.

Read More

Ketua Panitia PPDB SMK Negeri 2 Bitung Alsius Lagu ketika dikonfirmasi, Kamis (4/7)2019 mengatakan untuk tahun ini dengan tidak adanya sistem zonasi untuk SMK tahun ini, SMK 2 Bitung mendapat kuota dari Dinas Pendidikan provinsi sebanyak 1000 lebih calon peserta didik.

“Untuk tahun ini SMK tidak masuk zonasi dan mendapat kuota 1000 lebih, sedangkan yang mendaftar 769 peserta didik baru, itu sudah termasuk yang mendaftar online 569,” ungkap Lagu yang juga adalah Wakepsek Bidang Kesiswaan di SMK Negeri 2 Bitung.

Lanjutnya, sementara ini SMK Negeri 2 Bitung masih dalam tahapan pendaftaran kembali dan akan dibuka sampai pada besok hari.

“Sampai saat ini sudah ada 375 yang mendaftar kembali, dan pendaftaran akan dibuka sampai besok hari, juga tidak menutup kemungkinan akan bertambah lagi,” tambahnya.

Sementara itu Kepala Sekolah SMK negeri 2 Bitung Harold Ferdinand Kamang Tambajong ketika dikonfirmasi mengatakan ada yang berbeda dengan pendaftaran tahun ini.

“Kami juga dalam penerimaan siswa baru yang mendaftar wajib memasukan surat keterangan dokter, karena ini SMK jadi itu wajib, nantinya juga kita akan melihat calon siswa buta warna atau tidak, karena itu perlu nantinya di dunia industri,” jelasnya.

Dikonfirmasi tentang pengambilan SKD yang ditunjukkan untuk salah satu oknum terkait, Harold membantah dan menjelaskan untuk SKD bisa diambil dimana saja.

“Semua dokter boleh, pihak sekolah hanya mengarahkan saja untuk mempermudah calon peserta didik baru, karena ada juga yang membawa SKD dari Puskesmas,” ucapnya. (Ical)

jasa website ok

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.