Lagi, Seorang Lelaki Pencabul Anak Bawah Umur di Talaud Diringkus Polisi

  • Whatsapp

TELEGRAFNEWS – Ancaman 15 tahun penjara tampaknya tak berarti bagi para pelaku pencabulan anak di bawah umur di Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara. Terbukti, seorang pria, FS (19) diringkus Unit Reskrim Polsek Beo karena mencabuli EK (15), Selasa (9/7) 2019, sekira pukul 13.00 Wita.

FS dan EK merupakan warga Desa Bantik, Kecamatan Beo. EK merupakan seorang siswa SMP di desa setempat.

Read More

Polisi menyebutkan, FS telah melancarkan aksi melanggar hukum tersebut berulang kali. Pertama pada 09 November 2018, kemudian diulanginya pada Minggu (7/7) 2019, sekira pukul 04.30 Wita, di sebuah rumah tak berpenghuni milik Keluarga Kalase-Makatiho, di Desa Bantik.

“Penahanan tersangka berdasarkan Laporan Polisi nomor: Lp/19/VII/2019/Sek. Beo tanggal 08 Juli 2019, Sprin Sidik: Sprindik/13/VII/2019/Reskrim tanggal 09 Juli 2019 dan Sprin Penahanan: Sprin.Han /09/VII/2019/Reskrim tanggal 09 Juli 2019,” ujar Kapolsek Beo Ipda Johan Atang.

Dia menuturkan, berdasarkan hasil pemeriksaan, FS dan EK diketahui sudah berpacaran sekira setahun. Selama berpacaran, FS terus merayu dan membujuk EK untuk melakukan hubungan laiknya suami-istri, tetapi karena takut EK pun menolak.

Namun FS tak menyerah. Rayuan dan gombal terus dimainkan hingga akhirnya EK pun tak berdaya sehingga FS pun melakukan perbuatan cabul dan laiknya suami-istri terhadap EK di rumah kosong milik Keluarga Kalase-Makatiho.

“Akibat perbuatannya, FS akan dijerat dengan pasal perbuatan cabul dan atau persetubuhan terhadap anak dibawah umur sebagaimana dimaksud dalam pasal 82 Jo Pasal 76 E dan atau Pasal 81 ayat ( 1) jo Pasal 76 D UU RI No 17 Tahun 2016 tentang penetapan perpu nomor 01 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak,” tandas Ipda Johan Atang.

(rey atapunang)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.