by

Lagi, Kapal Diduga Hilang di Laut Arafura

-Daerah-1,369 views

TELEGRAFNEWS – Dugaan hilangnya kapal KMN Cahaya Putri II yang berangkat dari Pelabuhan Pribadi arah ujung kiri Pelabuhan Nusantara pada Senin (24/06) 2019 dan hilang kontak pada rabu (26/06) 2019 hingga ini belum diketahui keberadaaannya.

Foto : AKP Micha Toding SIK, Kasat Polair Polres Merauke

Kapal yang dinahkodai Suwardi dengan membawa 7 orang ABK, diketahui sebelumnya sempat melakukan komunikasi via radio masing masing dengan kapal pencari lain yakni KMN Habibi, Selasa (25/06) 2019, namun Rabu (26/06) 2019 KMN Habibi mencoba melakukan komunikasi sudah tidak dapat lagi dihubungi. Nahkoda KMN Habibi Hasanudin kemudian meminta bantuan kepada kapal lain yang pada saat itu juga tengah melakukan aktifitasnya di lautan Arafura untuk membantu mencari namun hasilnya nihil.

Ketika dikonfirmasi Telegrafnews.co, Kapolres Merauke melalui Kasat Polair Polres Merauke AKP. Micha Toding.P,SH,SIK membenarkan adanya laporan berkaitan diduga telah hilang kontak sebuah kapal ikan yakni KMN Cahaya Putri II yang dilaporkan keluarga pemilik kapal bernama Asdar dikarenakan pemilik kapal Haji Masyur sedang sakit pasca hilangnya kapal tersebut.

“Laporan ini dibuat pemilik kapal karena pihak keluarga sempat melihat postingan di media sosial facebook terkait adanya penemuan jenazah di pesisir pantai Okaba Pihak beberapa waktu yang lalu yang pada jasad tersebut mengenakan pakaian yang mirip dengan yang pernah di berikan pelapor kepada korban,” ujar Micha.

Lanjutnya, pendalaman penyidikan yang diambil oleh penyindik Polair sendiri diketahui bahwa saat itu kondisi laut sedang terjadi gelombang tinggi yakni bertepatan dengan gempa bumi yang terjadi disekitaran Maluku.

“Pada malam hari ada yang sempat melihat dari kejauhan lampu yang timbul tengelam dan kemudian hilang sama sekali pada posisi 08.25 derajat, 500 derajat Lintang selatang – 140.25 derajat , 500 Bujur Timur,” terang Micha.

Untuk sementara pihak Polair Polres Merauke telah melakukan koordinasi dengan kantor SAR Merauke, Lantamal XI.

Kepala SAR merauke Raymond Konstantin ketika dikonfirmasi telegrafnews.co di kantornya mengatakan terkait penemuan jenazah yang di temukan di pesisir pantai Okaba itu apakah ABK KMN Cahaya Putri II atau bukan belum bisa dipastikan yang jelas sampai saat ini dikeranakan KMN Cahaya Putri II belum dapat di hubungi.

“Kita belum dapat menyimpulkan apakah penemuan jenazah di pesisir pantai okaba itu salah satu awak KMN Cahaya Putri II atau bukan terlebih waktu ditemukan kondisi jenazah sendiri sudah sangat rusak dan tak dapat dikenali lagi, yang kita tahu bahwa sampai saat ini KMN Cahaya Putri II belum dapat dihubungi dan kemungkinan besar menurut saya mengalami kecelakaan,“ ungkap Raymond

Raymond juga menjelaskan untuk sementara ini pihak SAR tidak dapat melakukan operasi SAR karena asumsi waktu kecelakaan dan jarak pelaporan terlalu lama.

“Dapat diperkirakan kapal tersebut kecelakaan adapun seandainya jenazah yang di temukan di pesisir pantai itu adalah ABK KMN cahaya putri II maka dapat dipastikan korban tak ada yang selamat terkecuali diselamatkan oleh kapal lain,” terang Raymond.

Pihaknya berharap agar para pemilik kapal ini dapat memperhatikan keselamatan ABKnya tentu dengan melangkapi kapalnya tersebut dengan peralatan peralatan navigasi yang baik serta kalo perlu dilengkapi dengan alat pendekteksi kecelakaan kapal seperti EPRIB ( emergency positioning indicating radio beacon ) atau PLB ( personal locator beacon ).

“Lagi pula untuk registrasinya di BASARNAS pihaknya dapat membantu dan itu gratis,” tutup Raymond.

(Gilang Harry)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed