by

Jika Ingin Melaut di Perairan Arafura, Kapal Sebaiknya Miliki EPIRB

-Daerah-696 views

TELEGRAFNEWS – Terkadang karena ingin memiliki keuntungan dan hasil yang banyak beberapa pemilik kapal dan juga Nahkoda kapal mengesampingkan keselamatan jiwanya serta ABK hingga tak jarang juga nyawa harus melayang, padahal notabene pemilik kapal dan juga para Nahkoda sangat paham betul tentang keganasan dan kelebihan laut Arafura yang merupakan surga bagi ikan, tak mengherankan memang jika banyak nelayan melakukan aktifitas di Laut Arafura terutama penangkapan ikan.

Disamping sorga bagi banyak ikan, Laut Arafura terkenal memiliki gelombang yang sangat ganas tak mengherankan jika telah banyak kapal yang karam di lautan ini dan tak sedikit juga korban yang kehilangan nyawanya serta hilang tak pernah kembali.

“Maka dianggap perlu dipastikan setiap pemilik kapal pencari ikan ini agar melangkapi kapalnya dengan EPIRB ( emergency positioning indicating radio beacon) sehingga dapat dilakukan pertolongan cepat ketika terjadi kecelakan dilaut,” kata kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas B SAR Merauke Raymond Konstantin ketika ditemui telegrafnews.co di kantornya. Selasa (17/07) 2019.

Raymond menambahkan, alat ini akan mengirim titik koordinat kapal yang mengalami kecelakaan ke satelit dan masuk kantor Pusat Basarnas di Jakarta.

“Dari Jakarta akan langsung mengirim datanya kepada kami agar secepat mungkin dapat dilakukan pertolongan dilaut. Tetapi memang disadari sampai saat ini belum ada kewajiban tapi bisa saja dilakukan apabila ada kepedulian pemilik kapal kepada keselamatan ABKnya ,dan registrasinya di Basarnas pun gratis tidak di punggut biaya,” ungkap Raymond.

Kepala Kantor pelabuhan Perikanan Nusantara Merauke Susansto Miz Masita menyambut baik jika ada masukkan dari kantor SAR agar setiap kapal tangkap yang akan melakukan aktifitas di laut khususnya di wilayah Merauke harus dilengkapi dengan pengunaan alat EPIRB ( emergency positioning indicating radio beacon atau minimal PLB ( personal locator beacon) guna mempermudah informasi dan juga lokasi bila terjadi kecelakan di laut untuk itu kedepan akan dimasukkan dalam daftar kelayakan bagi kapal tangkap yang akan melakukan aktifitas penangkapan ikan.

“Saya merasa sangat perlu sangat penting agar setiap kapal tangkap dapat mengunakan alat ini karena ini sangat membantu sekali jika terjadi kecelakaan laut terlebih terkait nyawa manusia yang harus segera di selamatkan memang hal ini pernah di sampaikan pihak SAR bahkan pernah menunjukkan alatnya ketika coffee morning bersama pemilik kapal tapi sampai saat ini belum di realisasikan untuk itu kami akan segera koordinasikan dengan pihak kantor sar agar dapat bekerjasama dalam hal penyediaan alat ini,” ujar susanto.

Lanjut nya, apalagi cuaca di perairan ini sangat ekstrim sehingga kegunaan alat ini di rasa perlu dan diminta semua pemilik kapal tangkap terutama 30 GT kebawah.

” Demi keselamatan kapal dan awak kapalnya kedepan pihaknya akan melakukan koordinasi dengan pihak pihak terkait serta sosialisasi kepada pemilik kapal kedepannya nanti pengunaan alat EPIRB ini menjadi salah satu poin yang akan di tuangkan dalam surat ijin berlayar bagi kapal penangkap ikan yang beroprasi dilaut arafura,” pungkas Susanto.

EPIRB ( emergency positioning indicating radio becaon) memang di khususkan untuk kapal karena dapat memancarkan frekuensi kordinat secara otomatis bila terjadi emergency dilaut seperti kapal terbakar dan juga bila karam ada juga PLB ( personal locator becaon ) alat ini bisa juga di gunakan secara perorangan sehingga dapat dengan muda di ketahui posisinya atau koordinatnya untuk PLB sendiri lebih sering di gunakan perorangan jika melakukan aktifitas di luar rumah terutama ketika berburu dan aktifitas lainnya.

(Gilang Harry)

Image and video hosting by TinyPic

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed