by

Gunakan Aplikasi “Tantan”, Dua Perempuan Ini Jalankan Bisnis Prostitusi Online

-Bitung, Hukrim-477 views

TELEGRAFNEWS – Tim Tarsius dipimpin oleh Katim Tarsius Wilayah Timur Ipda Darus Tuegeh bersama – sama dengan Tim PPA Pemkot Bitung, melakukan pengungkapan dan penangkapan terhadap tersangka Prostitusi Online menggunakan aplikasi “TANTAN” yang terjadi sejak dari tanggal 14 Juni 2019 sampai saat ini di kota Bitung.

Menurut Tuegeh, Pelaku APN alias Putri (17) warga Kelurahan Madidir unet, lingkungan ll, Kecamatan Madidir dan NA alias Nurhayati (19) warga Kelurahan Pateten Dua, Kecamatan Aertembaga, kota Bitung menjalankan aksinya dengan menggunakan HP jenis OPPO warna Hitam dengan membuka aplikasi “TANTAN”.

“Kemudian pelaku mencari lelaki hidung belang yang memesan jasa perempuan untuk melakukan hubungan badan,” ucapnya.

Lanjut Tuegeh, setelah mendapat pria hidung belang kedua pelaku memasang tarif dari Rp 500.000 (lima ratus ribu Rupiah) sampai dengan Rp 1.000.000 (satu juta rupiah) per short time (waktu singkat), setelah dinyatakan “oke” kedua pelaku membawa korban ke salah satu Hotel di Kecamatan Aertembaga dan dipertemukan dengan Si lelaki pemesan.

“Apabila pelanggan sudah sekamar dan melakukan hubungan badan Pelaku mendapatkan jasa transaksi (mucikari) sebesar Rp 200.000 (dua ratus ribu rupiah) sampai Rp 300.000 (tiga ratus ribu rupiah). hal terrsebut berlanjut sampai ke tiga kalinya,” terang Tuegeh.

Akibat dari perbuatan pelaku Putri dan Nurhayati, tercium oleh teman dari keduanya, sehingga ada perbuatan seseorang yang tidak dikenal menggunakan akun dan foto dari korban PS (17) dan memposting di akun grup media sosial (FB) Berita Bitung tentang keberadaan prostitusi Online aplikasi “TANTAN” yang dilakukan oleh pelaku Putri dan Nurhayati terhadap beberapa orang perempuan.

“Putri dan Nurhayati diamankan di kos-kosannya di Kelurahan Madidir Unet Ling IV (lorong Union), Kecamatan Kecidir Kota Bitung.” Jelas Tuegeh, Kamis (25/7)2019.

Dari hasil pengembangan Tim Tarsius juga berhasil menangkap pria hidung belang CA alias Amos (28) warga Desa Paslaten Jaga IV Kecamatan Kauditan, Kabupaten Minahasa Utara yang sementara tinggal di Kos Kelurahan Madidir Weru, Lingkungan V Kecamatan Madidir, Kota Bitung karena urusan pekerjaan.

“Amos di perkenalkan dengan PS dengan tarif Rp 500.000 (lima ratus ribu rupiah) per short time kemudian pelaku membawa korban ke tempat kosnya untuk di setubuhi, hal tersebut sudah 3 kali di lakukan bersama-sama korban.” Tandas Tuegeh.

Pelaku dikenakan dengan Pasal 81 Undang – Undang RI nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perubahan atas Undang – Undang No 23 tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak Dan atau pasal 293 ayat (1) KUHP dan atau pasal 293 ayat (1) KUHP dengan ancaman hukuman penjara 5 tahun sampai 15 tahun paling lama.

Pelaku dan barang bukti diamankan kemudian diserahkan ke Penyidik Unit IV PPA Reskrim Polres Bitung untuk penyelidikan lebih lanjut.

(Ical)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed