Dua Tersangka Pelaku Panah Wayer Berakhir di Mapolres Bitung, Begini Kronologisnya

  • Whatsapp

TELEGRAFNEWS – DSK alias DELVIN (17) dan JRR alias JOJO (16), 2 tersangka Penganiayaan dengan Senjata Tajam jenis Panah Wayer dibekuk oleh Tim Tarsius Polres Bitung didua tempat berbeda, Kamis (25/7)2019.

Tersangka DSK dibekuk dirumahnya di Kelurahan Girian Weru Dua dan tersangka JRR dirumah kost di Kelurahan Girian Indah Kota Bitung.

Read More

Terungkapnya kasus Panah Wayer ini didasari atas Laporan Polisi : LP/428/VII/2019/Res-Btg, tanggal 09 Juli 2019, oleh pelapor HK alias Herlina yang merupakan saudara korban TMP alias Taufik (17) warga Winenet.

Kejadian bermula ketika pada, Sabtu (6/7)2019 sekitar pukul 05.00 wita, kedua tersangka berboncengan melewati jalan pertigaan dekat RSUD Bitung, tiba-tiba ada tiga orang berboncengan dari arah berlawanan yang salah satunya adalah korban inisial TMP alias Taufik yang sebelumnya tidak dikenal oleh kedua tersangka. Korban kemudian turun dari Sepeda Motornya dan mendekati kedua tersangka sehingga terjadi adu mulut.

Korban mengeluarkan sajam jenis badik sehingga kedua tersangka melarikan diri dari tempat itu. Selanjutnya, karena kedua tersangka kesal dengan perbuatan korban, keduanya mengambil 6 buah mata panah wayer dan 2 pelontar kemudian pergi mencari korban dan mendapati korban sedang duduk sendiri disebuah bengkel motor di Kelurahan Girian Atas Kecamatan Girian Kota Bitung, lalu tersangka JRR mencabut mata panah wayer dan pelontarnya serta mengarahkannya kearah korban dari jarak kurang lebih 2 meter sehingga tepat mengenai dada, tak puas dengan perbuatan temannya, tersangka DSK mendekati korban dan bertanya.

“ngana kang yang amper tikang pa kita?” korban menyahut “bukang kita, kita pe tamang”, namun karena tersangka sangat kesal kemudian menendang korban dibagian lengan kiri dan mencabut mata panah wayer dan pelontarnya dari pinggang lalu mengarahkannya ke korban dari jarak kurang lebih 3 meter sehingga tepat mengenai bagian leher korban lalu kedua tersangka pergi meninggalkan korban dengan posisi korban saat itu mata panah wayer tertancap di bagian dada dan leher.

Kasat Reskrim Polres Bitung AKP Taufiq Arifin SIK dalam jumpa pers, Sabtu (27/07) 2019 menjelaskan bahwa kedua tersangka saat ini telah diamankan dirumah tahanan Polres Bitung bersama Barang Bukti berupa 4 buah mata panah wayer, dan 1 unit Sepeda Motor Honda Beat.

“Dan untuk korban, saat ini sudah berada dirumahnya dan dalam masa pemulihan kondisi kesehatan,” tutur Taufiq.

Lanjut Taufiq, kedua tersangka yang masih dibawah umur inj akan dijerat pasal berlapis 170 atlyat (1) dan (2) KUHP SUbsider Asal 351 KUHP atau Pasa 2 ayat (1) UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951.

“Atas kejadian tersebut, kedua tersangka yang masih dibawah umur ini dijerat pasal berlapis yakni pasal 170 ayat (1) dan (2) KUHP subs pasal 351 KUHP atau pasal 2 ayat (1) UU Darurat Nomor 12 tahun 1951,” tutup Kasat Reskrim.

(Ical)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.