Seorang Lelaki di Talaud Ditemukan Tak Bernyawa di Kamar Tidur

  • Whatsapp

TELEGRAFNEWS – Varel Samalukan (53), ditemukan meninggal dengan jasad yang telah membusuk di kamar rumahnya, di Dusun III, Desa Salibabu Utara, Kecamatan Salibabu, Talaud, Sulawesi Utara, Minggu (23/6) 2019.

Koso Bawanda, tetangga korban menuturkan, pada Minggu sekitar pukul 10.00 WITA, dia kembali mencium bau tak sedap yang datang dari arah rumah korban.

Read More

Merasa curiga dengan bau tak sedap yang sudah tercium sejak beberapa hari tersebut, Koso bersama beberapa warga langsung menuju rumah korban untuk memastikan keberadaan korban. Karena rumah dalam keadaan terkunci, mereka pun mengintip melalui celah dinding rumah yang terbuat dari papan.

Alangkah terkejutnya Koso dan warga sekitar, setelah melihat korban sudah tak bernyawa dengan posisi tertelungkup di dalam kamar, hanya mengenakan celana pendek berwarna hitam dan bertelanjang dada.

Tetangga korban lain, Welten Pontolaeng menambahkan, korban sering mengeluh sakit darah tinggi kepadanya. Dia melihat korban terakhir kali di sekitar rumahnya, Rabu (19/6).

“Tidak disangka hari ini ditemukan sudah meninggal,” tuturnya.

Menurut warga sudah beberapa bulan belakangan korban hanya tinggal sendirian, ditinggal istri yang pergi ke Manado.

Kapolsek Lirung Ipda Ricy Taliwuna saat dikonformasi awak media membenarkan adanga peristiwa tersebut. Dia mengatakan, setelah menerima laporan warga polisi langsung menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk mengumpulkan data-data guna memastikan penyebab kematian korban.

“Bersama anggota piket Polsek, kami menuju ke lokasi kejadian dan membuka pintu rumah korban secara paksa. Korban yang tinggal sendiri di rumah, mengunci pintu dari dalam. Sampai di dalam rumah mayat korban sudah dalam keadaan mambusuk dengan posisi telungkup, di atas tempat tidur. Di situ juga kami menemukan TV dalam keadaan menyala,” kata Ricy.

Ricy menjelaskan, dari data sementara yang diperoleh, korban diperkirakan telah meninggal sejak Kamis (20/6) dan tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan. Polisi menduga korban meninggal akibat sakit kronis yang diderita korban.

“Kapolsek bersama Dokter yang meriksa korban di lokasi kejadian. Dokter tidak menemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. Kuat dugaan sementara korban meninggal karena sakit tekanan darah tinggi, sebagaimana keterangan warga bahwa korban sering mengeluh sakit kepala,” ujar Ricy.

(rey atapunang)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.