by

‘Merokok Itu Tidak Baik, Sebaiknya Kita Beli Cemilan’ Sepenggal Kisah Jim Tindi Bersama Stefanus Hendrinto

-Religi-201 views

TELEGRAFNEWS – Perubahan jalan hidup Stefanus Hendrianto, SJ dari aktivis prodemokrasi yang menggulingkan rezim Soeharto menjadi seorang imam Katolik menimbulkan kesan takjub bagi banyak orang, termasuk rekan aktivisnya asal Sulawesi Utara, Jim Robert Tindi.

Mendengar kabar tahbisan Pastor Hendriatno, Jim, salah satu aktivis ’98 yang kini masih malang melintang di dunia aktivis langsung memberikan selamat.

Jim menuturkan terakhir kali bertemu Hendrianto pada 1999 silam saat menjadi utusan PRD di KPU RI.

“terakhir bertemu beliau jadi utusan PRD di KPU RI pada pemilu 1999. Dan saat itu saya juga utusan PRD di PPD I (sekarang KPUD),” tulis Jim melalui mesengger yang diterima wartawan telegrafnews.co.

Jim pun berkisah seputar masa-masanya bersama Hendrianto. Moment yang masih berkesan, katanya, setelah PRD di nyatakan sebagai partai terlarang dan menjadi kambing hitam dari peristiwa 27 Juli 1996 serta pasca Kongres Kaliurang dimana gelombang aksi massa yang menolak Sidang Istimewa DPR/MPR makun kencang.

“Saat itu kami di panggil rapat di sebuah kamar hotel dan di lakukan Pembagian Tugas pengawalan Pimpinan Partai, kebetulan saya di tunjuk mengawal Hendri Kuok sebagai Ketua Departemen Luar Negeri,” tutur Jim.

“dan saat terjadi chaos tugas saya mengamankan beliau,” tambahnya.

Hendrianto, kata Jim, adalah figur yang pendiam tetapi humoris, banyak membaca, dan yang unik beliau tidak merokok.

“Ini yang membuat saya gelisah. Saat saya minta uang untuk beli rokok dia malah bilang: Jimmy merokok itu tidak baik, sebaiknya kita beli cemilan ya! waktu itu kita jalan kaki dari Salemba sampai Senayan,” pungkas Jim.

Kesan mendalam terhadap Hendrianto juga datang dari Yustinus Prastowo. Rekan Hendrianto yang kini menjadi ahli perpajakan dari Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA) itu menuturkan Hendrianto seorang pribadi yang pintar.

“Salah satu buku karya Romo Stefanus Hendrianto, SJ tentang Mahkamah Konstitusi yang diterbitkan Routledge, salah satu penerbit besar. Dari sononya memang sdh pinter,” tulisnya Yustinus pada akun Twitternya @prastow sambil mengunggah salah satu buku berbahasa Inggris yang ditulis Pastor Hendrianto berjudul “Law and Politics of Constitutional Courts: Indonesia and the Search for Judicial Heroes,” seperti dilansir Katoliknews.com.

Seperti diberitakan sebelumnya, jejak imamat Hendrianto dimulai pada Oktober 2009, setelah menamatkan pendidikan doktoralnya di Universitas Gonzaga di Spokane, Washington.

Benih imamatnya itu tumbuh dari perjumpaan dengan Imam Dominikan di Catholic Newman Center University of Washington dan semakin bertambah subur setelah bertemu dengan Robert Spitzer, SJ, imam Jesuit yang mengajar di universitas tempat Hendrianto menggambil gelar doktoralnya.

Di tengah kesibukan studi filsafat dan teologinya serta karya-karya akademik, pengagum Santa Edith Stain atau Santa Teresa Benedikta dari Salib itu terlibat aktif dalam sejumlah kegiatan kemanusian. Seperti melayani orang-orang Yupik Eskimo di Bethel, Alaska dan mendampingi para perempuan yang sedang hamil dan tidak memiliki tempat tinggal di Boston.

Hal itu sejalan dengan jiwa aktivis yang bergelora pada masa pergolakan: membantu orang miskin, seperti diungkapnya kepada rekannya Budiman Sudjatmiko.

“Saat ktm 2005 di @bukugpu, dia ngaku jd calon pastor area kumuh di Chicago stlh ambil PhD di AS. Saat kutanya knp jd pastor (padahal wkt menjengukku di penjara, kujodohin dgn temanku). Jawabnya: “Pernah jd aktivis  bantu orang miskin, skrg lewat agama. Saat itu saya cuma nyahut, ” Ya sudah. Good luck, Jon…(panggilan kami dulu di PRD ke  dia). Kamu lewat teologi, aku mau lewat teknologi..Yg penting sama2 mbantu orang miskin!”  tulis Budiman dia akunnya @budimandjatmiko yang dilansir Katoliknews.com.

(rey atapunang)

Image and video hosting by TinyPic

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed