by

Duta Baca Sulut Bukan Hanya Perkara Selempang

-Edukasi, Manado-178 views

TELEGRAFNEWS – Duta Baca adalah sebuah penobatan yang diberikan kepada seseorang yang memenuhi berbagai macam kriteria oleh pemimpin negara atau pemimpin daerah. Duta Baca Indonesia dengan SK dari presiden yaitu Najwa Shihab sementara untuk Provinsi Sulawesi Utara sendiri yang telah melewati beberapa tahap seleksi sehingga terpililah Faradila Bachmid sebagai Duta Baca Sulut yang pertama.

Semenjak terpilih menjadi Duta Baca banyak gebrakan baru yang telah dilakukan sehingga membuat Dinas Perpustakaan menjadi lebih produktif dari sebelumnya. Salah satunya yang baru saja dilaksanakan, Kamis ( 20/6)2019 bertempat di kantor DPD RI Prov Sulut dengan tema kegiatan “Sosialisasi Kegemaran Membaca Melalui Duta Baca”.

Sosialisasi ini dihadiri oleh perpustakaan tingkat Kelurahan/Desa Se-Sulut, Perpustakaan SMA/SMK Se-Sulut, HMI, Korps HMI-Wati (KOHATI), LSM Swapar, Aliansi Perempuuan Indonesia Kartini ( Api Kartini), Perkumpulan Literasi Sulut (PLS), dan Pegiat Literasi lainnya.

Faradila Bachmid, menyatakan sangat berterima kasih atas kegiatan yang sangat positif ini. Kegiatan ini merupakan support yang luar biasa dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Sulut untuk peningkatan minat dan budaya baca.

“Sebagai Duta Baca Sulut, Alhamdulillah telah banyak kegiatan yang saya lakukan bersama Tim untuk meningkatkan minat baca masyarakat, diantara membuka Taman Baca Masyarakat (TBM) Tut Wuri Handayani di Pulau Gangga Dua, Kabupaten Minahasa Utara, dan beberapa kegiatan literasi diberbagai lokasi antaranya, kelas belajar pengetahuan umum, membaca buku dan review buku bagi anak-anak putus sekolah di kelurahan maasing,” Jelas Faradila.

Bukan hanya itu saja tapi masih banyak kegiatan yang telah dilakukan dila sebagai Duta Baca Sulut. Menjelaskan bahwa menjadi Duta Baca bukan hanya sekedar memakai Selempang Duta Baca dan berada dalam acara yang bersifat ceremonial melainkan harus bertanggung jawab dalam amanah dengan kegiatan-kegiatan yang produktif.

“Di Manado saya dan tim telah membuka Kampung Literasi (Lokasi di Kampung Merdeka Dendengan Dalam Ling III) dan Taman Baca Masyarakat Sam Ratulangi,” Tambah Faradila.

Literasi bukan hanya sekedar baca tulis saja tapi literasi harus mampu memberdayakan apa yang telah dimiliki untuk masyarakat luas.

“Literasi bagi saya tidak sebatas membaca dan menulis, namun menjadikan kita sebagai pembelajar sepanjang hayat yang literat. Memiliki kemampuan berfikir kritis, dan mampu mengaplikasikan bahan baca’an yang dibaca, agar mampu memberdayakan diri sendiri, keluarga, dan masyarakat.” Tutup gadis cerdas yang akrab disapa Dhyla ini.

(Vidya Akandji)

Image and video hosting by TinyPic

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed