by

Apresiasi TNI AL, Plt Bupati Talaud Imbau Masyarakat Rawat Hutan Mangrove

-Daerah, Talaud-298 views

TELEGRAFNEWS – Plt Bupati Kepulauan Talaud Petrus Simon Tuange mengapresiasi upaya pelestarian wilayah pesisir berupa penanaman mangrove oleh Pangkalan TNI Angkatan Laut Melonguane.

“Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Talaud menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya dalam upaya reboisasi khususnya penanaman mangrove yang dilakukan Pangkalan TNI Angkatan Laut Melonguane,” ujar Plt Bupati Petrus Simon Tuange melalui Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Talaud, Tony Gagola, saat penanaman mangrove di Desa Alo, Senin (24/6) 2019.

Hutan mangrove merupakan sumber daya penting menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir yang berkontribusi besar dalam kelangsungan hidup manusia. Mangrove berfungsi sebagai habitat hidup biota laut. Mangrove atau bakau juga berperan sebagai desis osmosis, menanggal racun dari udara dan air.

Selain itu, mangrove juga berperan untuk menjaga wilayah daratan dari erosi dan abrasi, penyusunan pulau dan menstabilkan daerah serta menjadi sarana pertahanan dan keanaman negara.

“Masyarakat lokal tidak semena-mena dan seenaknya membantai hutan mangrove, karena hutan ini dilindungi oleh 5 undang-undang,” ujarnya.

Dijelaskan, ada 19 kawasan hutan mangrove di Kepulauan Talaud. Diantaranya di pesisir pantai Desa Alo, yang dalam catatan pemerintah daerah luasnya mencapai 1.822 m2, tetapi banyak tanaman mangrove di lokasi tersebut punah akibat abrasi dan ditebang warga.

Pangkalan TNI AL Melonguane telah menanam sekira ribuan pohon bakau atau mangrove di sedikitnya 5 lokasi berbeda di wilayah kepulauan Talaud.

Sebelumnya, pemerintah daerah melalui dinas kehutan juga telah menanam 1.333 pohon di 13 titik lokasi. Namun setelah dipantau nyatanya hanya 174 pohon yang hidup.

Karena itu, dia mengajak seluruh masyarakat agar merawat hutan maangrove demi masa depan anak cucu tanah Porodisa.

“Kita adalah mata rantai yang panjang. Generasi kita jangan hidup hanya untuk masa kita, tetapi bagaimana regenerasi yang beruntun ke anak cucu kita,” ujarnya.

(rey atapunang)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed