by

Raih 1 Kursi Ke Senayan, Ini Pesan Bang Napi untuk HBL

-Talaud-1,982 views

TELEGRAFNEWS – Calon legislatif DPR RI Hillary Brigitha Lasut (HBL) memecahkan sejarah baru dalam politik tanah air. Hill menjadi perempuan termuda yang menyita perhatian jutaan publik Sulawesi Utara, bahkan pelaku politik nasional.

Hill merebut satu kursi DPR RI dengan perolehan suara 70.345, dan menempati kursi terakir dari total 6 seat untuk Dapil Sulawesi Utara.

Putri semata wayang Elly Engelbert Lasut (E2L) dan Telly Tjanggulung (T2) sebentar lagi akan mengisi ruang kerja Senayan. Di antara ucapan selamat yang mengiringi langkah ke sana, ternyata ada sebongkah harapan datang dari pendukung Hill di Rutan Manado dan Lapas Manado.

Kepada Telegrafnews.co, seorang warga binaan Lapas Kelas IIA Manado, Hut Kamrin, mengatakan bahwa prestasi dan kesuksesan Hiil itu bukan sesuatu yang lahir ex nihilo (dari kekosongan, red).

Menurutnya, ada nilai sejarah yang melatari pikiran dan benak ribuan warga, hingga bergerak secara komunal ke TPS dan mencurahkan hati untuk Hiil.

“Hill bukan siapa-siapa kalau sang ayah Elly Lasut tidak mengalami penindasan politik-hukum di masa lalu. Dipenjara bertahun-bertahun hanya karena kasus yang terpaksa, karena kepentingan yang sedang berkuasa. Ribuan hati rakyat tersayat dan meratapi pergolakan E2L di masa itu,” kata mantan pemimpin redaksi salah satu media cetak di Sulut.

Lanjutnya, masa lalu E2L adalah sesuatu yang mahal dan menjadi titipan sejarah bagi generasi milenial yang konsen dengan persoalan kriminalisasi hukum.

“Pergulatan E2L memicu comemoratio (ingatan bersama) publik. Giliran E2L tampil menuntun HBL, publik melihat bibit pejuang yang pantas dimenangkan, ada di sana,” singgung Kamrin.

Karena itu, Hill lanjut Kamrin, berterimakasilah pada masa lalu.

“Sebab masa lalu (pergumulan keluarga) membuat kita sadar tentang apa yang harus kita perjuangkan,” ujar dia.

Para napi juga berharap, sebagai legislator milenial, HBL tidak terantuk dalam jebakan kemegahan Senayan yang bisa memakan karirnya sendiri.

“Kalau legislator milenial dianggap polos dan cuma pajangan, maka biarlah. Anda cukup duduk tenang dan tidak meniru perilaku baby boomers (legislator senior) yang berpretensi merakyat tapi pecah korupsi di kemudian hari. Hati-hati dengan berlian (kemegahan). Itu jebakan,” tandas Kamrin.

(rey atapunang)

Image and video hosting by TinyPic

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed