by

Partai Demokrat Koleksi Kader Yang Kurang Loyal

TELEGRAFNEWS – Partai demokrat Sulut termasuk banyak mengkoleksi kader yang kurang loyal, setidaknya dari cakupan data media ini ada kader utama ketua DPD Partai Demokrat Sulut Vicky lumentut hengkang dari Demokrat ke partai Nasdem, kemudian ada anggota DPRD Bitung Habriyanto Achmad memilih pindah ke PDIP, ditahun 2010 juga Netty Agnes Pantow memilih melawan partainya sendiri disaat menjabat anggota DPRD Provinsi dari partai Demokrat dengan mencalonkan diri dari Partai Golkar padahal ada calon dari Partai Demokrat saat itu yakni Sompie Singal dan Yulisa Baramuli. Di kabupayen Minahasa Selatan ada Jonly Ombeng eksodus ke PDIP, ditingkat nasional ada Gubernur NTB, Tuan Guru Bajang dan Ruhut Sitompul.

Kurangnya ketegasan partai, mekanisme pemilihan kader, sikap dari pengurus pusat yang kurang cepat dan lembek dianggap cukup mengganggu performa dari partai Demokrat itu sendiri.

“Demokrat perlu cepat mengadakan evaluasi, Demokrat pasti memikirkan dapat mencalonkan capres sendiri dan partai pun bisa mendapat bonus elektoral. Namun demikian bonus elektoral itu bisa juga di dapatkan dengan kader yang kerja keras tapi juga harus disiplin, loyalitas dalam sebuah partai merupakan harga yang tak bisa ditawar. Konsepnya sedang berperang untuk rakyat, bagaimana mungkin ada prajurit yang tak loyal. Gagasan besarnya bila ingin berbenah, segera deteksi kader kader mbalelo,” tukas Efvendi Sondakh akademisi dari Fisip Unsrat.

Trend politisi muda

Sesuatu hal yang perlu secara konsisten juga dilakukan oleh Partai Demokrat yakni menggaet pemilih milenial, ini dianggap menjadi kunci sukses kemunculan Partai berlogo mercy ini yang langsung mendulang suara sangat signifikan.

“sampai saat ini kemenangan pilpres SBY masih memegang record, Demokrat mampu membangun citra generasi muda, partai dengan konsep kekinian, ini yang perlu dipertajam konsepnya, menjadikan politik menyenangkan dan saling menyemangati,” ujar Sondakh lagi.

Fenomena AHY

AHY diakui sebagai fenomena baru yang kerap mencuri perhatian publik nasional, manuver di babak akhir pilpres, tampil turun kuliah umum di berbagai tempat di indonesia.

“Demokrat memang sudah harus memikirkan dengan matang pengkaderannya, intinya harus kompak, satu komando, secara psikologis bila kompak akan sangat mempengaruhi perilaku pemilih, bagaimana mungkin pesan dan visi AHY akan bisa sampai ke masyarakat bila struktur tidak dipermantap,” pungkasnya.

(ALtel)

Image and video hosting by TinyPic

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed