by

Mogherini Sebut Suriah Dan Sekutunya Langgar Hukum Internasional

TELEGRAFNEWS – Ungkapan keprihatinan disampaikan oleh Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Federica Mogherini terhadap serangan udara yang terjadi baru-baru ini di barat laut Suriah. Menurutnya, serangan itu merupakan pelanggaran hukum internasional yang tidak dapat diterima.

“Eskalasi militer baru-baru ini di Suriah Barat Laut, dengan serangan udara dan penembakan artileri yang menargetkan sekolah dan rumah sakit, termasuk penggunaan bom barel, merupakan pelanggaran terhadap hukum internasional yang tidak dapat diterima,” kata Mogherini dalam pernyataan, Rabu (8/5)2019 seperti dilansir dari Jurnasnews, Jumat (10/5)2019.

Mogherini mengatakan lebih dari 150.000 warga sipil telah kehilangan tempat tinggal dan banyak warga lainnya meninggal dunia.

“Seperti biasa, perempuan dan anak-anak secara tidak proporsional dipengaruhi oleh eskalasi ini,” ujar Mogherini.

Mogherini juga menegaskan dukungan Uni Eropa untuk keadilan di Suriah. “Kami tidak akan pernah berhenti menuntut pertanggungjawaban bagi para pelaku. Kami akan terus bekerja untuk membawa bantuan kepada orang-orang Suriah,” tegasnya.

Setidaknya ada 108 warga sipil terbunuh di Idlib sejak 26 April seperti dirilis Jaringan Hak Asasi Manusia Suriah (SNHR). Ini terjadi seiring meningkatnya serangan rezim Suriah bersama sekutu militernya.

September lalu, Turki dan Rusia sepakat untuk menjadikan provinsi Idlib di utara Suriah menjadi zona de-eskalasi di mana tindakan agresi akan dilarang secara tegas didaerah itu.

(ALtel)

Image and video hosting by TinyPic

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed