by

KIBAR Temukan Bukti Kejanggalan, Kasus Kematian Anthonius Supit Minta Dibuka Kembali

TELEGRAFNEWS – Kematian salah satu tokoh politik kota Bitung, Anthonius Supit atau lebih akrab disapa Ko’ Hen pada tahun 2017 yang lalu ternyata masih menyimpan banyak misteri.

Menurut LSM KIBAR sejumlah bukti sudah ditemukan pihaknya terkait kejanggalan kematian mantan anggota DPRD Kota Bitung itu.

” indikasi Penyebab kematian Ko’ Hen bukan karena bunuh diri atau sakit jantung. Walaupun surat keterangan yang diterbitkan kepolisian asa dua versi,” kata Andreas Lasut, ketua LSM KIBAR beberapa waktu lalu.

Seperti diketahui, kepolisian Resor Minahasa Utara mengeluarkan surat keterangan penyebab kematian mantan ketua Gapensi kota Bitung itu karena penyakit jantung dan bunuh diri dengan menggunakan seutas tali.

” Dari bukti yang kami kumpulkan justru kematian almarhum Anthonius Supit terindikasi karena dibunuh. Itu bisa kita.lihat dari luka memar dileher sebelah kiri yang diduga akibat benda tumpul dan luka akibat cakaran kuku dileher yang disebabkan kuku almarhum sendiri karena berusaha melepaskan diri,” jelas Lasut kepada sejumlah awak media.

Ko Hen yang ditemukan meninggal di lokasi salah satu proyek bendungan di Desa Sukur Kecamatan Airmadidi, kabupaten Minahasa Utara meninggal secara mengejutkan.

“Logikanya, jika memang Almarhum benar-benar bunuh diri, buat apa dia berusaha melepas jeratan tali hingga mengakibatkan luka cakaran di leher akibat berupaya membuka jeratan tali,” katanya.

Lasut juga menegaskan akan melakukan presure ke Polres Minahasa Utara agar mengungkap penyebab kematian sebenarnya almarhum Anthonius Supit.

” Kami akan melakukan presure ke Polres Minut agar kasus ini kembali dibuka,” pungkasnya.

Sebagai informasi, kasus kematian Anthonius Supit disebuah lokasi proyek bendungan di Desa Sukur, Kabupaten Minahasa Utara telah dihentikan proses penyelidikannya (SP3).

(Licin)

Image and video hosting by TinyPic

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed