by

Kenakan Rompi Orange, Bupati Talaud Ngotot Tak Terima Suap

TELEGRAFNEWS -Setelah ditetapkan tersangka Bupati Kepulauan Talaud Sri Wahyumi Maria Manalip alias SWM resmi ditahan KPK dan akan menjalani masa penahanan selama 20 hari pertama.

Meski begitu, SWM bersikeras tak mengetahui hal ikhwal penangkapan dan penahanan dirinya. Tuduhan menerima suap, kata dia, tak beralasan. Karena barang suap yang rencananya sebagai hadiah ulang tahunnya sebagaimana dituduhkan tidak ada ditangannya.

“Saya Indonesia. Saya NKRI. Jadi saya dibawa ke sini tanpa saya tahu apa gitu. Karena saya tidak menerima. Saya dituduh melakukan, katanya saya menerima hadiah. Sampai sekarang hadiah itu tidak ada sama saya. Saya tidak tahu. Barang itu tidak ada sama saya. Saya nggak tahu. Saya siap membuktikan barang itu tidak ada sama saya,” tandas SWM, yang mengenakan rompi tahanan warna orange, saat keluar dari gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (1/5)2019) sekitar pukul 02.05 WIB, seperti dilansir detikcom.

KPK sebelumnya menetapkan SWM sebagai tersangka kasus dugaan korupsi suap proyek revitalisasi 2 pasar tahun 2019. Bersama SWM, KPK juga menetapkan tersangka dan menahan BHK alias Benhard dan BNL alias Benhur. SWM dan Benhur selaku penerima suap, sementara Benhard selaku tersangka pemberi suap.

KPK menyebutkan nilai suap dari dua proyek pasar berbandrol sekira Rp 5 hingga 6 Miliar itu sebesar Rp 513 Juta. Suap berbentuk sejumlah barang mewah dan uang tunai tersebut, kata KPK, adalah bagian fee10 persen yang diminta SWM. Barang mewah itu terdiri atas:

  • Tas tangan Chanel senilai Rp 97.360.000;
  • Tas Balenciaga senilai Rp 32.995.000;
  • Jam tangan Rolex senilai Rp 224.500.000;
  • Anting berlian Adelle Rp 32.075.000;
  • Cincin berlian Adelle Rp 76.925.000; dan
  • Uang tunai Rp 50 juta.

Sebelumnya Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan mengatakan ada 7 paket proyek yang harusnya diberikan ke Bernard. Namun, sejauh ini baru dua proyek yang sudah terealisai.

“Sebenarnya ada 7 paket yang harus diberikan ke BHK (Benhard Hanafi Kalalo) oleh BNL (Benhur Lalenoh). Itu yang dijanjikan. Tapi dari hasil pemeriksaan sementara tadi dipastikan dulu yang sudah pasti didapat itu Pasar Lirung dan Beo ini. Nilai pasnya nanti kita cek lagi. Kalau tidak salah yang tadi Rp 2,5 miliar dengan Rp 4 miliar,” ucapnya. (RaP/detikcom)

Image and video hosting by TinyPic

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed