Aksi Pedagang Pasar Baru Talaud Tuntut Penutupan Pasar Lama Melonguane Terus Berlanjut

  • Whatsapp

TELEGRAFNEWS – Aksi para pedagang Pasar Baru Melonguane, Talaud, Sulawesi Utara menuntut ketegasan pemerintah daerah untuk segera menutup pasar lama di pusat kota Melonguane terus berlanjut.

“Kami tidak akan berhenti berjualan di sini sampai pemerintah menutup pasar lama dan memindahkan semua pedagang ke pasar baru,” tegas Jembris Timpua, selaku koordinator aksi kepada Telegrafnews.co, Sabtu (11/5) 2019, pagi.

Read More

Dari pantauan Telegrafnews.co, jumlah pedagang dari Pasar Baru Melonguane yang berjualan di kawasan Pantai Indah Melonguane terus bertambah.

Kalau sehari sebelumnya hanya sekitar 30 pedagang, pagi ini meningkat hingga 60 orang pedagang.

Selain penjual barito, para penjual daging serta ikan juga mulai berdatangan untuk berjualan di lokasi yang akan dijadikan tempat wisata kuliner ini.

“Kemarin, Camat minta supaya hanya lokasi sedikit ini yang kami tempati, tapi itu tergantung. Kalau pasar lama tidak segera ditutup, maka sepanjang kawasan ini akan kami pakai untuk berjualan,” tandas Timpua.

Diketahui sekira 6 Februari lalu pemerintah daerah melalui Dinas Perindag merelokasi sedikitnya 100 pedagang dari pasar lama di pusat Kota Melonguane ke Pasar Baru Melonguane di Kampung Alelo, sekira 500 meter dari pasar lama.

Meski awalnya dipaksa, ratusan pedagang itu akhirnya antusias.
Menurut mereka, karena selain untuk menjaga kebersihan dan penataan Kota Melonguane, pemanfaatan Pasar Baru Melonguane juga akan menambah kontribusi bagi pendapatan daerah.

Namun mereka menyanyangkan, pemerintah daerah tidak menepati janji untuk segera menutup pasar lama. Sehingga banyak warga lebih memilih berbelanja ke pasar lama. Akibatnya pedagang di Pasar Baru merugi karena sepi pembeli.

(rey atapunang)

jasa website ok

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.