by

Uang Asing Masuk Soetta Jelang Pilpres, BRANI : Usut Tuntas

TELEGRAFNEWS – Ketua Komite I DPD-RI, Benny Rhamdani (BRANI) mengapresiasi tindakan polisi dan petugas bandara yang telah mengamankan oknum yang diduga membawa uang asing melalui bandara Soekarno Hatta.

“Tindakan ini wajib diberi apresiasi. Selanjutnya tentu penting untuk dilakukan pengusutan secara intensif, sumber uang asing itu dari mana dan diselundupkan ke Indonesia untuk kepentingan apa?,” tanya Rhamdani dalam rilisnya, Minggu (14/4) 2019

Dirinya menduga, hal ini ada kaitannya dengan kepentingan Pilpres 2019.

“Saya minta PPATK dan Kepolisan Republik Indonesia, untuk menggunakan kewenangannya secara ketat dan terus menerus melakukan pengawasan terhadap masuknya uang-uang asing ke Indonesia. Terlebih jika dana-dana asing itu masuk untuk kepentingan merusak pelaksanaan pesta Demokrasi di Indonesia. Ini sudah bentuk infiltrasi politik negara asing terhadap kedaulatan politik negara kita dalam menjalankan pemilihan Presiden Indonesia,” tegas Rhamdani

Demikian juga lanjut Rhamdani, bahwa adanya informasi dimana dalam kurun 1 bulan, telah terjadi penukaran uang di seluruh Money Changer yang ada di Inonesia sebesar mendekati 460 Triliun Rupiah.

Senator yang mewakili Sulawesi Utara ini menilai angka fantastis itu wajib dicurigari. “Karena angka pertukaran uang sebesar 460 trilyun itu biasanya hanya terjadi dalam kurun waktu 1 tahun,” kata bang Benny, sapaan akrabnya.

“Bahkan tidak hanya melakukan pengusutan melalui rekening, tapi penyaluran dana-dana melalui koperasi yang diduga sebagai modal Oke-oce juga penting untuk dilakukan pengusutan,” tambah Benny

Menurutnya penyaluran dana melalui koperasi-koperasi sulit disentuh oleh PPATK, kecuali kerja sama Polri dengan Kementerian Koperasi.

“Kasus ditemukannya uang sebesar 90 milyar yang diselundupkan dengan menggunakan jasa manusia atau life drop, pertukaran uang di Money Changer dalam 1 bulan menjelang pemilu yang mencapai angka hampir 460 trilyun rupiah secara gila-gilaan, harus dijadikan sebagai bukti awal dan pintu masuk untuk mengusut adanya dugaan rencana kejahatan besar terhadap penyelenggaraan Pemilu legislatif dan khususnya Pilpres,” pungkasnya.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed