by

Marak Money Politik, Seperti Apa Nasib Caleg Perempuan?

-Daerah, Pemilu-380 views

TELEGRAFNEWS– Maraknya Money Politik yang terjadi pada Pesta Demokrasi membuat Komunitas Perempuan Sulut (KPS) Pro NKRI bersama Pemuda Sinode GMIM dan Manado Post akan menggelar Focus Group Discussion¬†( FGD) yang bertajuk ” Kans Caleg Perempuan Sulut dan Bahaya Money Politik di Pemilu 2019

Rencananya FGD ini akan digelar besok Rabu (10/03) 2019 di Kantor Manado Post Graha Pena Lt 2.

Koordinator KPS Pro NKRI Dra Joice Worotikan mengatakan jelang Pemilu 2019 telah terjadi penurunan moralitas politik bagi para pemilih di Sulut.

Pemilih tidak melihat lagi kualitas, integritas serta latar belakang pribadi Caleg / Parpol, tapi bagaimana mereka mendapatkan sesuatu ibarat Sinterklas Politik pada Pemilu serentak 2019 ini.

“Mengapa masyarakat jadi begitu masa ‘bodoh’? Ya karena selama ini Parpol tidak pernah melayani mereka dengan benar.
Parpol hanya haus dengan kekuasaan dan memperkaya diri dan mengabaikan kewajiban mereka untuk memperhatikan aspirasi dan kebutuhan masyarakat” ujar Joice Worotikan didampingi Ketua Pemuda Sinode GMIM Pnt dr Pricilia Tangel .

Menurut Worotikan, tidaklah heran jika pada pesta politik 2019 sebagian besar rakyat menghukum parpol melalui barter suara dengan uang dan atau barang.

“Sangat miris dan menyedihkan karena berbahaya bagi perjuangan demokrasi masa depan, karena bisa jadi mereka yang terpilih hanya orang dalam lingkungan yang berkuasa, berduit yang akan duduk dalam parlemen sehingga akan muncul kembali praktek KKN, yang sebenarnya telah dibasmi habis-habisan ketika reformasi terjadi dengan runtuhnya Orde Baru,” tambah Worotikan

Paling terasa di Kab/Kota dan Propinsi. Hitungan jumlah suara telah dikalikan dengan sejumlah uang untuk memenuhi target pemenangan.

” Olehnya banyak Caleg hanya diam sampai akhir 2018 dan baru muncul sosialisasi 2019 karena alasan mereka, jerih payah dan tenaga yang terkuras selama ini akan buyar dan bisa ditutupi pada detik-detik terakhir di bulan April,” jelas Worotikan yang menyayangkan praktek tersebut membahayakan demokrasi.

Dia melanjutkan, pemilihan seperti ini akan menjadi pilihan rakyat, tetapi bukan menjadi kebutuhan.

“Jangan salahkan rakyat jika Money Politik semakin mewabah sekarang ini karena jujur, rakyat tidak merasakan manfaat dari Parpol selama ini baik yang sudah berkuasa maupun belum berkuasa dan Rakyat melihat sudah tidak ada panutan menolak pemberian ‘sinterclas Pemilu’ karena semua tokoh dan elemen masyarakat termasuk didalamnya tokoh agamapun telah dinina bobokan dengan hadiah,” pungkasnya.

Direncanakan FGD akan dihadiri 55 perempuan baik Caleg Provinsi/Kabupaten/Kota, perempuan Calon DPD RI, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Aktivis Perempuan, Tokoh Politik dan Jurnalis. (Indah)

Image and video hosting by TinyPic

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed