by

Andrei Angouw dan Jurnalis Sepakat Pemilu Indonesia Harus Damai

TELEGRAFNEWS – Andrei Angouw mengapresiasi kegiatan para jurnalis untuk mengkampanyekan #sepakatINDONESIAdamai pada Jumat (12/4) 2019.

Ide ini lahir pada Pemilu tahun 2014 silam yakni agar Pemilu yang di gelar di Indonesia berlangsung secara aman dan damai.

“Rekan-rekan sekalian, Pemilu harus Damai, kalau Pemilu kita tidak damai, kita bisa lihat di negara-negara lain bisa ada perang saudara. Makan susah, hidup susah, masa depanpun tidak jelas,” ujar Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Andrei Angouw saat memberikan sambutan pada kegiatan jurnalis #sepakatINDONESIAdamai, Jumat (12/4) 2019

Apalagi katanya, anggaran Pemilu 2019 serentak ini biayanya fantastis, sehingga diirinya juga menghimbau agar seluruh masyarakat menggunakan hak pilihnya.

“Pemilu ini tujuannya untuk kebaikan, jadi sangat disayangkan uang yang sudah dikeluarkan oleh pemerintah, jika masyarakat tidak menggunakan hak pilih,”

Angouw juga menyebutkan bahwa biaya Pemilu serentak ini yakni 25 Triliun. “Kalau masyarakat menggunakannya dengan tidak baik dan hasilnya tidak baik tentu boros apalagi kalau sampai kacau, makanya gunakan dengan baik,” tambahnya

Dia mengimbau agar Demokrasi itu harus dijaga dan dirawat, politik identitas harus di lawan. “Jangan sampai pemilu ini arena menjual identitas suku agama, ras, golongan,” pesan pentolan PDI-P ini.

Hal senada juga dikatakan Gubernur Provinsi Sulut, Olly Dondokambey melalui Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Ka Satpol PP) Sulut Steven Liow bahwa dirinya percaya masyarakat Sulut dan jurnalis akan mendukung dan mensukseskan Pemilu dan Pileg pada tanggal 17 April 2019 mendatang.

“Mari kita perkokoh tekad dan komitmen untuk menjaga kondusivitas keamanan, mempertahankan kondisi saling melengkapi, serta kondisi saling membina kerukunan, dan kedamaian antar sesama di tengah kehidupan bermasyarakat,” kata Steven Liow yang mengutip pesan tertulis Gubernur Olly.

Kegiatan yang digelar oleh Forum Wartawan DPRD (Forward) Sulut ini diikuti oleh para jurnalis yang ada di Sulut ini, dengan acara roadshow dimulai dengan rute dari kantor DPRD Sulut, Kantor Gubernur, Mega Mall, Taman Kesatuan Bangsa (TKB) dan finish di KPU Sulut.

Pada titik-titik pemberhentian para “Kuli Tinta” ini turut menyerukan orasinya yang menyerukan Pemilu harus damai dan aman.

Bukan hanya berorasi, akan tetapi para jurnalis ini berganti-gantian menyerukan kepada masyarakat agar menggunakan hak pilih mereka dengan membagi-bagikan bunga. (Indah)

Image and video hosting by TinyPic

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed