by

Penduduk Miskin Kota Bitung 14.033 Jiwa, Ini Pejelasan Pangemanan

TELEGRAFNEWS – Selama periode 2010-2018 angka kemiskinan di Kota Bitung mengalami fluktuatif. Dimana sesuai data BPS, angka kemiskinan dari tahun 2010-2014 terus mengalami menurunan, dari 9,52 persen pada tahun 2010 turun menjadi 8,46 persen pada 2011 dan 6,13 persen pada tahun 2014. Namun angka ini terus naik sejak tahun 2015 sampai dengan 2018 yang mencapai 6,67 persen. Ditahun 2018 jumlah penduduk miskin mencapai 14.034 jiwa dari total penduduk kota Bitung 212.409 jiwa di tahun 2017.

Badan Pusat Statistik (BPS) mengukur jumlah penduduk miskin di Kota Bitung menggunakan garis kemiskinan. Dimana data BPS, Garis Kemiskinan Kota Bitung selalu mengalami kenaikan setiap tahunnya. Data BPS Kota Bitung Tahun 2010 Garis Kemiskinan 272,54 ribu rupiah meningkat 321,55 ribu rupiahpada tahun 2015 dan tahun lalu terus meningkat menjadi 368,57 ribu rupiah.

Menurut BPS Kota Bitung, peningkatan Garis Kemiskinan sejalan dengan peningkatan untuk pemenuhan kebutuhan dasar manusia.

” Meningkatnya Garis Kemiskinan dipengaruhi meningkatnya gaya hidup masyarakat dan meningkatnya harga kebutuhan pokok dari tahun ketahun,” tulis BPS dilaman websitenya.

Pemerintah Kota Bitung melalui Sekda Audy Pangemanan menjelaskan bahwa, sebagai kota yang sedang berkembang, kota Bitung tidak bisa berdiri sendiri dan masih sangat terpengaruh dengan situasi daerah, nasional dan global.

” Yah, Bitung memang tidak bisa juga berdiri sendiri. Sebagai Kota yang berkembang, sangat juga berpengaruh dengan situasi daerah, nasional dan global. tidak bisa di pungkiri, Bitung masih sangat terdampak dengan kondisi riil perikanan kita yang masih terpuruk akibat kebijakan pusat. Karena perikanan juga adalah penyumbang pertumbuhan ekonomi terbesar kota ini,” jelasnya.

Berbagai upaya sudah dilakukan. Penguatan ekonomi mikro kecil, bantuan stimulan,berbagai pelatihan, subsidi kesehatan dan ketenagakerjaan, termasuk upaya pemerintah kota untuk mencari alternatif lain selain perikanan.

” Salah satu yang paling masif yaitu sektor pariwisata sendiri. begitu banyak upaya, termasuk berbagai festival yang akan dilakukan setiap bulan. Ini yang paling cepat, karena langsung dirasakan masyarakat khususnya para pelaku didalamnya. Walaupun tidak semudah membalikkan tangan, paling tidak pertumbuhan ekonomi kita mulai merangkak naik dan mendekati angka sebelum kebijakan moratorium diberlakukan. Pertumbuhan penduduk yang tinggi (bukan natalitas) tapi karena migrasi, juga menjadi faktor penting. Banyaknya orang yang datang sebagai pencari kerja ke kota ini, juga membawa dampak. terlebih ketika ia datang unskill dan uncapital. Tapi kita terus berusaha. Mohon bantuan semua pihak. Pemerintah, masyarakat dan dunia usaha. Kita tetap optimis. kita sudah berjalan pada rel yang benar, tinggal kecepatan yang perlu kita tambah. Semoga pasca pemilu 17 april mendatang, kita bisa lebih ngebut lagi focus pada ekonomi,” jelas Pangemanan kepaa Telegrafnews.co, Minggu (17/3)2019.

(Arham Licin)

Image and video hosting by TinyPic

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed