Miris, Populasi Macaca Nigra Turun Hingga 75 Persen

  • Whatsapp

TELEGRAFNEWS – Duta Yaki Indonesia Khouni Lomban Rawung hadir dalam Rapat Kerja Finalisasi Draft Strategi Rencana Aksi dan Konservasi (SRAK) Monyet Hitam Sulawesi (Macaca Nigra) yang digelar di Hotel Salak The Heritage, Bogor Tengah, Kamis (28/3)2019.

Kegiatan tersebut dihadiri Drh. Indra. Exploitasia. MSi, sebagai Direktur konservasi Keanekaragaman Hayati dan Prof. DR.Gono Semiadi sebagai peneliti.

Read More

Dalam kesempatan itu, Rawung mengatakan Monyet hitam Sulawesi (Macaca  nigra) merupakan satwa primata endemik Sulawesi Utara. Spesies ini menempati habitat hutan hujan tropis primer dan sekunder di beberapa  lokasi disemenanjung  utara  Pulau  Sulawesi dan  beberapa  pulau  satelitnya.

“Salah satu di antara lokasi tersebut adalah Cagar Alam (CA) Tangkoko-Batuangus, yang terletak di Kecamatan Bitung Utara, Kota Bitung, Sulawesi Utara. Kawasan seluas 3.196 ha ini ditetapkan sebagai cagar alam berdasarkan atas SK Gubernur Nomor 6 Stbl 1919 tanggal 12 Februari 1919,” ujarnya.

Kepala Sekolah Lingkungan Kota Bitung ini juga mejelaskan tentang Populasi  monyet  hitam  di  CA  Tangkoko-Batu Angus  telah mengalami  penurunan hingga 75%  sejak  tahun  1979 akibat perusakan  habitat  dan aktivitas perburuan. 

“Mengingat populasinya yang terus menurun, maka spesies ini dilindungi oleh Pemerintah Indonesia  melalui  SK  Menteri  Pertanian  Nomor 421/Kpts/Um/8/1970,  yang  menyebut nama  spesies  ini  sebagai Cynopithecus  niger.  Monyet  hitam  Sulawesi  oleh  IUCN dikategorikan sebagai spesies yang genting (endangered) dan oleh CITES dicantumkan dalam Apendix II,” jelasnya.

Ia pun berharap lewat kegiatan ini ada output yang baik dalam rangka terus menjaga dan memelihara keberlangsungan hewan endemik khas kota Bitung ini.
(Licin)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.