by

#festivalTANGKOKO Marijo Ka Bitung

TELEGRAFNEWS – Hutan Tangkoko yang terletak di Kecamatan Ranowulu Kota Bitung, Provinsi Sulawesi Utara, merupakan salah satu hutan konservasi tertua di Indonesia. Ditetapkan melalui surat keputusan gubernur jenderal Hindia Belanda pada 21 Februari 1919.
Sesuai penetapan awalnya, hutan Tangkoko Batuangus Kota Bitung adalah untuk perlindungan dan pelestarian satwa endemik serta wisata alam.

Melalui surat keputusan Menteri Kehutanan Nomor 1826 Tahun 2014 tentang penetapan kawasan hutan Duasudara seluas 8.545, 07 hektar. Kawasan ini terdiri dari Cagar Alam Duasudara seluas 7.247 hektar, TWA Batuputih 649 hektar dan  TWA Batuangus seluas 687 hektar.
Terlepas dari penamaan yang berganti, dunia tetap mengenal Kawasan Tangkoko sebagai laboratorium hidup dengan keragaman ekologi yang menawan. Alfred  Russel Wallace seorang Naturalis berkebangsaan Inggris yang memulai perjalanannya meneliti Indonesia bagian timur. Sebuah buku berjudul “The Malay Archipilago” yang kemudian menginspirasi jutaan generasi setelahnya.

Meneruskan semangat pelestarian para pendahulu, Pemerintah Kota Bitung beserta segenap elemen masyarakat pecinta lingkungan menggelar perayaan 100 tahun Naturemonument Gornoeng Tangkoko Batoeangoes pada 20-21 Februari 2019 bertempat di Lapangan Singkanaung Kampung Wisata Batuputih.


” Kegiatan kita kemas dalam berbagai acara menarik yang penuh tuntunan. Yaknj, workshop masyarakat dan komunitas, talkshow, pameran dan konser alam,” kata Kabag Humas Dan Protokol Sekretariat Daerah Kota Bitung Albert Sergius, Rabu (21/2)2019.


Puncak kegiatan Festival Tangkoko akan dilaksanakan peresmian Monumen Alfred Russel Wallace sebagai sosok inspirator dalam pelestarian lingkungan.
(ARHAM LICIN)

Image and video hosting by TinyPic

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed