by

SD Guppi disegel Pemilik Lahan, Ini Penjelasan Kadis Pendidikan dan Ketua Yayasan

TELEGRAFNEWS – Nasib ratusan siswa SD dan SMP Guppi Kota Bitung dua hari ini sangat memprihatinkan, mereka terpaksa tidak bisa mengikuti proses belajar mengajar, karena sekolah yang berada di Kelurahan Bitung Barat Satu, Kecamatan Maesa itu disegel oleh pemilik lahan, Kamis (10/1)2019.

Dari informasi yang didapat Telegrafnews.co dari Kepala Dinas Pendidikan Kota Bitung Julius Ondang, penyegelan kembali terjadi, karena pihak yayasan yang membawahi sekolah tersebut dinilai tidak kooperatif.

” Mediasi sudah coba kami lakukan dengan mempertemukan kedua pihak. Yakni, pemilik lahan dan pihak yayasan, keduanya sepakat untuk menyelesaikan dengan perjanjian pihak yayasan memberikan sejumlah uang tanda jadi kepada pemilik lahan dan sisanya akan dibayarkan kemudian. Kalau kemudian disegel lagi, itu berarti pihak yayasan belum menepati kesepatakan yang sudah dibuat,” jelas Ondang lewat sambungan telepon.

Berbeda dengan Kadis Pendidikan, Ketua Yayasan Guppi Kota Bitung Lukman Lamato, justru membantah jika pihaknya dinilai tidak kooperatif. Justru yayasan sementara berupaya memenuhi kesepakatan yang sudah dibuat.

” Kesepakatannya ditandatangani 17 Desember 2018 dan tenggang waktunya sebulan, artinya kami punya waktu hingga 17 Januari 2019 untuk menyelesaikan pembayaran sesuai kesepakatan. Tapi kenapa sekolah malah disegel dari dua lalu,” jelasnya kepada Telegrafnews.co.

Lamato menambahkan, pihaknya akan tetap tunduk pada kesepakatan yang ada. Namun, persoalan penyegelan sekolah itu sudah kami laporkan ke Dinas Pendidikan.

” Persoalan penyegelan kami sudah laporkan kepihak pemerintah dalam hal ini Dinas Pendidikan Kota Bitung sebagai regulator pendidikan di kota ini, karena proses belajar mengajar tidak boleh terhenti hanya karena persoalan ini,” pungkas Lamato.(ARHAM LICIN)

Image and video hosting by TinyPic

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed