Merawat Tiga Pilar di Teluk Bintuni. Oleh: Syam Inay

  • Whatsapp

TELEGRAFNEWS – Nun Jauh di Timur Indonesia, di Teluk Bintuni-Papua Barat. Terdapat tiga tungku, sebagai pilar pembangunan di daerah ini, tiga pilar yang dimaksud adalah, “Pemerintah, Adat dan Agama”. 

Tentu, harapan dibuatnya tungku tiga pilar adalah untuk mengingatkan kita, bahwa setiap anak negeri dengan sadar, dengan nalar baik kita saling menjaga, “merawat” dengan penuh tanggungjawab.
Bintuni, jika mau menuju kota modern maka sekiranya dengan niatan baik dan tulus, mari kita sama-sama merawat tiga pilar tersebut, tentu tiga pilar yang dimaksud itu sudah ada dan hidup lama ditengah-tengah kehidupan masyarakat 7 suku, “Suku Sebyar, Moskona, Sough, Irarutu, Kuri, Wamesa dan Sumuri”, sebagai masyarakat adat yang menyebar disekitar wilayah adat teluk. 


Penyelenggaraan pemerintah pun sebenarnya sudah lama ada sejak Belanda menduduki wilayah ini dan akhirnya tahun 2003 ditetapkan statusnya sebagai Kabupaten yang membawahi 28 Distrik saat ini. Agama-agama yang menjadi keyakinan masyarakat 7 suku adalah agama Katolik, Protestan dan Islam, adalah tiga agama yang melekat di dalam keyakinan hati setiap anak negeri.


Apapun perbedaan itu, sejak dahulu orangtua kami saling menghargai perbedaan dan saling menjaga kerukunan, otentitas kerukunan umat beragama terus dijunjung dari dahulu hingga kini. “Hubungan ini tidak dibangun dengan kepura-puraan”.
Tiga pilar sebagai modal utama pembangunan Teluk Bintuni. Bintuni yang rukun, damai dan maju menjadi harapan segenap anak negeri semenjak dahulu, kini dan yang akan datang.Alam yang kaya adalah bonus dari Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa untuk masyarakat 7 suku. Mari kita lestarikan alam Teluk untuk keberlanjutan hidup anak cucu kita dikemudian hari. Kita wariskan yang baik-baik.”Semoga bermanfaat”.

jasa website ok

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.