Menu

WYAS : Kopi Bukan Sekedar Minuman Tapi Menjadi Gaya Hidup Masyarakat

  Dibaca : 63 kali
WYAS : Kopi Bukan Sekedar Minuman Tapi Menjadi Gaya Hidup Masyarakat

TELEGRAFNEWS – Beberapa tahun belakangan ini, keberadaan coffee shop atau kedai kopi kian menjamur, khususnya yang ada di kota Manado, Sulawesi Utara.

Di kawasan Megamas, berjejer kedai kopi yang selalu penuh dengan para penikmat kopi, entah itu hanya untuk menikmati kopi ataupun sebagai ajang kumpul-kumpul.

Penikmat kopi di kedai atau coffee shop, tidak melulu hanya didatangi oleh orang tua saja, akan tetapi sudah didominasi oleh anak-anak muda yang menjadikan kedai kopi sebagai tempat tongkrongan mereka.

Wyas Pamigraha, Barista asal kota pelajar, Jogjakarta ini mengatakan, kopi bukan sekedar minuman tetapi sudah menjadi gaya hidup sebagian orang.

“Iya, kopi bukan saja hanya sekedar munuman, akan tetapi sudah menjadi gaya hidup masyarakat,” ujar Wyas Pamigraha Barista Van Ommen Coffee (VOC) kepada telegrafnews saat mengunjungi VOC beberapa waktu yang lalu.

Para kawula muda di Kota Manado ini sangat senang dengan yang namanya kumpul-kumpul, dan yang dicari pastilah kedai kopi.

Apalagi kedai kopi saat ini sudah dilengkapi dengan fasilitas WIFI, Charger, sampai live musik.

Wyas, panggilan akrab Barista yang sudah hampir 4 tahun bekerja di Kota Manado ini mengaku senang bisa bekerja di Kota Tinutuan.

“Saya suka dengan budayanya, orang-orangnya dan solidaritasnya itu yang membuat saya betah disini,” kata Wyas

Lelaki kelahiran tahun 1989 ini sudah sering didaulat menjadi juri dalam lomba menyeduh kopi.

Katanya, untuk mendapatkan kopi yang nikmat, selain dari takaran yang pas oleh racikan seorang barista, ternyata faktor mulai dari panen biji kopi, proses pemanggangan menjadi faktor penentu kopi yang nikmat.

“Kopi yang baik itu pasti ada buih-buihnya,” kata Wyas

Menjadi seorang Barista ternyata berawal dari ketertarikan Wyas akan rasa kopi itu sendiri.

“Awalnya karena penasaran, kenapa harus rasionya begitu, kenapa suhunya harus dijaga, nah dari situlah bertekad untuk mencari tahu lebih banyak lagi tentang kopi dan bagaimana menyeduh kopi,” Cerita Wyas kepada telegrafnews.

Justru katanya, setelah menjadi seorang Barista, barulah ia mengambil sekolah Barista untuk memperdalam ilmunya.

Katanya, menjadi seorang Barista itu, gampang-gampang susah.

“Menyeduh kopi ada rumus-rumusnya, kita kayak belajar kimia, matematika, bahkan belajar seputar pertanian” kata Lelaki berstatus single ini.

Saat ini Wyas bersama teman-teman barista, pecinta kopi dan owner coffee shop sedang mencoba mengangkat dan mempromosikan kopi Koya asal Tondano, kabupaten Minahasa. (Indah Pesik)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional