Menu

Pembalap Nyaris Tewas, Panitia Road Race Pegadaian Cup “Cuek”

  Dibaca : 992 kali
Pembalap Nyaris Tewas, Panitia Road Race Pegadaian Cup “Cuek”

TELEGRAFNEWS – Gelaran Kejuaraan Daerah (Kejurda) Road Race Pegadaian Cup 2018 bersama Ikatan Motor Indonesia (IMI) pada  yang digadang gadang sebagai ajang pencarian bibit unggul dalam kompetisi balap lintasan di Sulawesi Utara, rupanya harus berani mempertaruhkan nyawa bagi pembalap yang ikut serta dalam olahraga adu cepat sepeda motor ini.

Pasalnya, Jack Masengi yang ikut serta dalam kelas Sport 250cc open, sempat dibiarkan tertindih motor selama kurang lebih 3 menit di lintasan, saat dirinya mengalami crash (kecelakaan) karena ditabrak oleh pembalap lain dari belakang.

Hal ini tentunya sangat beresiko, sebab menurut Masengi bahwa, saat tertindih motor dirinya berada di racing line lintasan, yang merupakan sebuah pola yang ada di lintasan dimana posisi ini berguna bagi pebalap untuk mendapatkan akselerasi maksimal saat balapan.

“Pada saat crash, bahu saya membentur aspal dengan keras sehingga tulang selangka patah dan posisi motor menindih saya, sehingga tidak bisa berpindah posisi ke tempat aman, mengingat racing line adalah jalur dimana pembalap lewat untuk mengoptimalkan balapan. Hal ini sangat beresiko karena saat itu posisi di tikungan sehingga bisa saja ditabrak lagi oleh pembalap lain” ungkap Masengi yang mengendarai motor CBR 250 cc ini.
Ditambahkan oleh pembalap dengan nomor 74 ini bahwa setelah dievakuasi oleh ambulans, panitia terlihat lebih fokus pada penyelenggaraan event selanjutnya, sehingga dirinya sempat mengalami sesak napas karena patah tulang, sebelum akhirnya dievakuasi ke RS AURI.

“Saat ikut serta, kami sudah tahu resiko dan bahaya dari olahraga ini. namun alangkah baiknya panitia dan penyelenggara lebih memperhatikan setiap aspek keselamatan peserta sehingga meminimalisir setiap resiko yang ada. Pada saat technical meeting disebutkan mengenai asuransi, namun sampai sekarang, jangankan menjenguk, menanyakan kondisi lewat telepon saja tidak pernah ada dari penyelenggara” keluh Masengi yang mengaku membiayai sendiri seluruh biaya pengobatan.

Dari data yang dirangkum media ini bahwa sesuai aturan UU Republik Indonesia nomor : 3 Tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional, Bab. IX, Pasal 51, yaitu :
Ayat (1) :Penyelenggara kejuaraan olahraga wajib memenuhi persyaratan teknis
kecabangan, kesehatan, keselamatan, dan ketentuan daerah setempat. Sesuai dengan regulasi tersebut maka pelanggaran dapat berujung pada sanksi pidana, Bab. XXII, Pasal 89, yaitu :
Ayat (1) :Setiap orang yang menyelenggarakan kejuaraan olahraga tidak memenuhi
kewajiban sebagaimana dimaksud dalam Pasal 51 ayat (1) dan ayat (2) dipidana
dengan pidana penjara paling lama 2(dua) tahun dan/atau denda paling banyak Rp
1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).

(Fian Ombeng)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional