Menu

Workshop Capacity Building, Bentuk Kepedulian BI Terhadap UMKM di Sulut

  Dibaca : 36 kali
Workshop Capacity Building, Bentuk Kepedulian BI Terhadap UMKM di Sulut

TELEGRAFNEWS – Bentuk kepedulian Bank Indonesia (BI) kantor perwakilan Sulawesi Utara (Sulut) kepada Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang ada di Sulawesi Utara yakni dengan mengadakan workshop Capacity Building.

Workshop yang digelar dalam rangka Sulut Festival 2018 ini menghadirkan para pembicara yang kompeten dibidangnya, seperti Hardy Purwalim sebagai Senior Bussiness Parthership Tokopedia, Fadjar Hutomo sebagai Deputi Akses Permodalan Badan Ekonomi Kreatif serta Ferry Yuliana Sharif sebagai Owner Designer Gendhis Bag Jogja.

UMKM, kata MHA Ridhwan, Deputy Direktur bidang advisory dan pengembangan ekonomi BI Sulut adalah bagian usaha yang terbesar.

Dari data yang diperoleh Ridhwan, ada sekitar 79 juta pelaku UMKM secara Nasional.

“UMKM merupakan sektor usaha yang dominan, dari segi jumlah dan penciptaan lapangan pekerjaan sangat strategis,” ujar MHA Ridhwan, Deputy Direktur bidang advisory dan pengembangan ekonomi BI Sulut kepada wartawan usai workshop, Kamis (22/11) 2018.

Dari diskusi saat kegiatan, UMKM sangat membantu dalam hal penyerapan lapangan kerja serta menghindari ketegantungan dari jenis pekerjaan yang tetap.

Ridhwan sebagai Deputy Direktur yang membidangi pengembangan ekonomi ini menargetkan UMKM yang berkualitas dan berdaya saing.

“Kenapa harus daya saing, karena dalam konteks daya saing, saat ini kita berada di era globalisasi dan digitalisasi, yang artinya pesaing kita bukan saja dari lokal akan tetapi juga dari luar negeri,” ucap Ridhwan

Dia menambahkan bahwa, bagaimanapun caranya, UMKM terutama yang ada di Sulut harus bisa menyiapkan diri untuk bersaing di pasar global, untuk itu pula BI memfasilitasi dengan kegiatan Workshop.

“Supaya ini bisa memberikan sharing knowledge dan pengalaman sehingga UMKM di Sulut bisa mengikuti jejak sukses para pemateri dan tentunya, kita harapkan UMKM bisa menciptakan lapangan kerja, mendorong ekspor, mengurangi kemiskinan,” harap Ridhwan

Lanjut dia, yang terpenting adalah bisa mendorong pertumbuhan ekonomi di Sulut.

“Pertumbuhan ekonomi di Sulut masih dibawah tujuh persen, dari proyeksi kami sebesar tujuh persen, ini merupakan peluang yang bisa dikembangkan,” tutup Ridhwan
(Indah Pesik)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional