Menu

Sempat Ricuh, Ini Tuntutan Aksi Demo Mahasiswa Gerakan Kopra Sulut

  Dibaca : 83 kali
Sempat Ricuh, Ini Tuntutan Aksi Demo Mahasiswa Gerakan Kopra Sulut

TELEGRAFNEWS – Setelah berjam-jam berdiri di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Utara (Sulut) yang ada di Kairagi satu, kecamatan Mapanget, akhirnya massa aksi demonstrasi membubarkan diri.

Dari pantauan telegrafnews, aksi demo ratusan orang mahasiswa yang menamakan diri Gerakan Kolektif Perjuangan Rakyat Sulawesi Utara (Gerakan Kopra Sulut), datang ke gedung cengkeh untuk melakukan aksi menyerukan aspirasi mereka.

“Hari ini kopra menginjak harga tiga ribu per kilogram,” teriak koordinator lapangan Julfikar hari ini, Senin (26/11) 2018

“Kami meminta kepada pemerintah untuk dapat memperhatikan nasib rakyat jelata. Bagaimana kami bisa membiayai kuliah, jika harga kopra sangat merosot,” teriaknya lagi

Aksi selama berjam-jam, yang tergabung dari berbagai organisasi mahasiswa ini sempat ricuh.

Selain membawakan orasi, aksi massa yang peduli akan petani kopra ini, beberapa kali melakukan pembakaran ban dan kelapa kering didepan gedung DPRD.

Aksi pembakaran tersebut akhirnya yang menimbukan kericuhan, tatkala beberapa oknum staf sekretariat DPRD ingin memadamkan api, yang malahan dihadang oleh massa.

Kericuhan bukan hanya sampai disitu, sembari beberapa anggota DPRD yang menerima massa sedang bernegosiasi dengan kordinator lapangan, karena jumlah massa yang ingin masuk gedung cengkeh itu ingin menerobos pintu masuk,
ternyata, ada oknum mahasiswa yang kembali melakukan pembakaran dan hal itupula yang menjadi penyebab terjadi lagi aksi dorong antara massa dan staf setwan.

Kekacauan tak terhindarkan lagi, sampai akhirnya massa dan staff setwan terlibat kejar-kejaran dengan polisi hingga terdengar suara tembakan ke udara.

Usai massa kembali dikumpulkan dan diberi arahan, akhirnya massa pun membubarkan diri dengan membawa surat keterangan penerimaan aspirasi yang ditandatangani oleh anggota DPRD Wenny Lumentut, Billy Lombok, Rocky Wowor dan Netty Pantouw.

Terpantau berbagai bendera organisasi yang dibawa Gerakan Kopra Sulut ini yakni LMND, HMI, GMKI.

Adapun yang menjadi tuntutan mereka adalah :
1. DPRD Provinsi Sulawesi Utara harus mendesak Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara agar segera menstabilkan kembali harga kopra.

2. Pemerintah Daerah Sulawesi Itara harus membuat regulasi peraturan daerah (Perda) untuk mengontrol harga komoditas pertanian (kopra).

3. Pemerintah harus menghadirkan BUMD untuk mengelola dan memproduksi hasil pertanian (kopra) sebagai bentuk industrialisasi disektor pertanian.

4. Pemerintah harus memberikan pendidikan kepada masyarakat untuk mengkonsumsi hasil produk lokal seperti minyak kelapa kopra.

5. Pemerintah harus mempertegas sistem ekonomi bangsa dengan kembali pada Pasal 33 UUD 1945.

Siaran langsung aksi tersebut dapat anda lihat pada fanpage Facebook : Telegraf News (Indah)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional