Menu

Masuk Lima Besar Terbaik Nasional, TPID Yogyakarta Belajar di Sulut

  Dibaca : 68 kali
Masuk Lima Besar Terbaik Nasional, TPID Yogyakarta Belajar di Sulut
Penyerahan cenderamata usai kegiatan. (FOTO: Indah Pesik/TelegrafNews)

TELEGRAFNEWS – Daerah Istimewa Yogyakarta melalui Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) melakukan studi banding ke Sulawesi Utara (Sulut), Selasa (6/11) 2018 di Bank Indonesia (BI) perwakilan Sulawesi Utara (Sulut).

Diketahui, Sulut sendiri mendapatkan penghargaan TPID terbaik se-provinsi pada beberapa waktu lalu.

Dikatakan Kepala Tim Pengembangan Ekonomi Bank Indonesia perwakilan Daerah Istimewa Yogyakarta Probo Sukesi alasan mereka melakukan studi banding di Sulut memang sudah diagendakan karena TPID Sulut masuk peringkat lima besar terbaik secara nasional.

“Jadi kami ingin menimba ilmu di Sulut, ingin belajar, seperti apa program-programnya,” kata Probo usai berdiskusi bersama TPID Sulut yang diterima di Bank Indonesia oleh Kepala BI Soekowardojo beserta jajaran.

Ia menyampaikan, nantinya pihaknya ingin mengaplikasikan program-program yang dilakukan oleh TPID Sulut guna mendapatkan penghargaan TPID terbaik.

“Tahun 2014 TPID Yogyakarta sendiri sudah pernah mendapatkan penghargaan, jadi kami ingin kembali meraih penghargaan tersebut,” ungkapnya kepada awak media.

Dalam diskusi bersama TPID Yogyakarta dan TPID Sulut, MHA Ridhwan, Deputy Direktur Bidang Advisory dan Pengembang Ekonomi BI perwakilan Sulut menjelaskan penyumbang inflasi di Sulut dari kelompok bahan makanan seperti bawang, rica (cabe rawit) dan tomat sayur.

“Untuk tiga bulan terakhir, Sulut mengalami deflasi, akan tetapi biasanya pada bulan November dan Desember akan pick up lagi,” terang Ridhwan.

TPID Sulut kata Ridhwan, akan bersiap-siap untuk mengambil langkah di bulan November dan Desember ini.

Adapun yang menjadi tips yang diberikan oleh TPID Sulut yakni pentingnya untuk berkoordinasi setiap instansi. “Sebetulnya kuncinya adalah koordinasi yang erat,” kata Ridhwan.

Koordinasi yang dimaksud juga yakni dalam bentuk laporan, agar membuat laporan sebaik mungkin.

Usai diskusi TPID Yogyakarta dibawa ke Minahasa untuk sama-sama mengikuti peresmian Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) rumah pengering bawang merah. (Indah Pesik)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional