Menu

Keberhasilan Pariwisata Diukur Dari Jumlah Kunjungan Wisatawan? Begini Kata Kemenpar

  Dibaca : 33 kali
Keberhasilan Pariwisata Diukur Dari Jumlah Kunjungan Wisatawan? Begini Kata Kemenpar
Pembukaan kegiatan FGD diawali degan pemukulan tetengkoren. (FOTO: Ist)

TELEGRAFNEWS – Deputi Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata (BPDP) Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Republik Indonesia Dadang Risky Rahman mengatakan, pengembangan pariwisata tidak hanya dilihat dari batas wilayah administrasi strategis, namun diukur dari jumlah kunjungan baik wisatawan mancanegara (wisman) maupun wisatawan nusantara (wisnus) ke daerah.

“Pengembangan pariwisata bukan hanya dilihat dari wilayah batas administrasi, namum kinerja pariwisata diukur dari jumlah kunjungan baik wisman maupun wisnus, kita harus punya target berapa banyak wisatawan yang berkunjung ke daerah kita,” ungkap Rahman dalam kegiatan Focus Group Disscusion (FGD) bertajuk Pengembangan Destinasi Wisata Nomadic Tourism, bertempat di Mercure Manado Tateli Resort and Convention, Selasa (6/11) 2018.

Ditambahkanya, pihaknya siap membawa investor ke Minahasa, asalkan pengurusan izinan tidak dipersulit. “Kami siap membawa banyak investor masuk ke Minahasa, asalkan jangan persulit proses pengurusan izin,” tuturnya.

Dirinya mengatakan, Minahasa memiliki potensi pariwisata yang bagus. Buktinya kini masuk dalam tiga daerah kunjungan turis terbanyak di Sulawesi Utara.

“Kami berharap berbagai hal harus dipersiapkan Kabupaten Minahasa. Seperti menciptakan satu kuliner andalan yang tak ada di daerah lain untuk dijual kepada para turis. Selain itu perlu meningkatkan promosi potensi pariwisata dengan berbagai cara. Ingat, informasi adalah bisnis masa depan,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Kabupaten Minahasa Royke Oktavian Roring melalui Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan DR Wilford Siagian mengapresiasi Kemenpar, karena Minahasa bisa dipilih sebagai tempat digelarnya kegiatan FGD.

“Kami mengapresiasi atas kesediaan deputi Kemenpar yang bisa hadir dalam kegiatan ini, banyak potensi wisata yang bisa diangkat, terlebih dengan program utama bupati dan wakil bupati untuk memajukan pariwisata di Minahasa,” tuturnya.

Ia menyampaikan, destinasi wisata di Minahasa masih sangat terbatas, dikarenakan sarana penunjang seperti kendaraan ke objek wisata yang masih kurang walaupun jalan-jalannya sudah bagus.

Ia berharap, melalui FGD ini dapat dimanfaatkan untuk saling memberi masukan terkait permasalahan di Danau Tondano. “Danau Tondano merupakan prioritas nasional, yang dinilai ekosistemnya sudah mulai berkurang dengan pedangkalan. Kami minta bantuam Disbudpar dan Kemenpar sehingga ke depan akan ada kerja sama untuk penanganan masalah Danau Tondano,” katanya.

Tampil sebagai pembicara dalam FGD yakni Made Ryan Nugraha Putra yang adalah Tenaga Ahli menteri di Kemenpar Bidang Nomadic Tourism, Kadisbudpar Minahasa Agustivo Tumundo dan Deputi BPDP Dadang Risky Rahman, sebagai moderator Dino Gobel selaku Staf Ahli Guberur Bidang Pariwisata.

Perlu diketahui, pelaksanaan FGD ini diprakarsai Disbudpar Kabupaten Minahasa bekerja sama dengan Kemenpar RI. Turut hadir dalam kegiatan, perwakilan Disbudpar dari kabupaten/kota se-Sulut, para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Minahasa, para camat, para kepala desa berprestasi dan media massa yang meliput di wilayah Minahasa. (Mart)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional