Menu

Ini Klarifikasi GMBI, Terkait Bentrok di Desa Dimembe

  Dibaca : 1187 kali
Ini Klarifikasi GMBI, Terkait Bentrok di Desa Dimembe

TELEGRAFNEWS – Tak ingin menimbulkan stigma negatif masyarakat, mengenai situasi yang sempat memanas di Desa Dimembe pada Selasa (6/10) 2018, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) melalui ketua Wilter Sulut Howard Marius memberikan pernyataan resmi terkait masalah ini.

“Pada Selasa, 6 November 2018, Pukul 18.30, Massa yg melakukan pemasangan lilin di TKP adalah Masyarakat Desa Wasian, GMBI dan sahabat sahabat Dari Almarhum Kiki Lumempouw, yang datang dari Manado, Minahasa, Bitung” jelas Marius.

Diungkapkan kenapa pemasangan lilin dilakukan petang hari dikarenakan sepulang dari ibadah penguburan, dirumah duka dilakukan lagi ibadah penghiburan dan selesai petang hari.

“Tidak lama selesai Ibadah Penghiburan yg selesai petang hari, GMBI berkordinasi dengan satuan Sabhara Polres Minut untuk segera memberitahukan ke massa dirumah duka yg berasal Masyarakat Desa Wasian, GMBI dan sahabat sahabat dari Almarhum yang datang dari Manado, Minahasa, Bitung, utk segera bertolak ke TKP Kematian korban di Desa Matungkas, agar mencegah malam hari dan jangan sampai massa sudah meneguk minuman keras (miras).

Ketua GMBI Wilter Sulut Howard Marius

“Massa yg akan melakukan pemasangan lilin sesuai tradisi kedukaan, menuju ke TKP dikawal pihak Kepolisian. Namun disayangkan ada oknum pprovokator yang menggiring isu, bahwa massa yang melakukan pemasangan lilin di TKP membawa BARANG TAJAM dan akan melakukan PENYERANGAN terhadap Desa Dimembe. Disayangkan ada oknum oknum dari massa yg melakukan teriakan (babakokuk) dijalan yg memancing emosi masyarakat Dimembe” sesal Marius sambil menyebutkan permohonan maaf kepada masyatakat Desa Dimembe.

Dilanjutkan Marius bahwa pihak Kepolisian dan GMBI sudah semaksimal mungkin untuk melakukan pengamanan dari hari pertama kematian korban sampai perjalanan massa yg akan ke TKP Kematian Alm. Kiki Lumempouw di Desa Matungkas, sambil meminta dan menghimbau kepada Masyatakat Wasian, Sahabat Almarhum Kiki Lumempouw dan GMBI utk dapat menahan diri, karena para pelaku sudah diproses hukum dan sementara ini telah ditahan di Rutan Polres Minut. Untuk itu dirinya berharap agar mempercayakan semua proses hukumnya kepada pihak yang berwajib, dan juga kepada Masyarakat Dimembe jangan termakan Provokator dan Hoax mengenai penyerangan.

“Saya juga mengajak kepada sesama anak Tuhan, Masyarakat Desa Wasian dan Dese Dimembe jangan ada lagi keributan yang akan mengganggu kenyamanan bersama terlebih akan adanya lagi korban jiwa. Marilah kita hidup rukun dan damai di tanah Tonsea Minahasa Utara yang kita cintai bersama, apalagi bulan depan kita akan menyongsong HARI NATAL. Untuk itu saya sangat berterima kasih kepada seluruh Anggota/Simpatisan GMBI Desa Laikit, Desa Dimembe, Polres Minut, Polsek Dimembe yang sudah meredam dan mengamankan massa dari kedua belah pihak sehingga tidak terjadi bentrok dan adanya korban jiwa. TORANG SAMUA BASUDARA!” pungkas Marius sambil berharap agar sesegera mungkin untuk dilakukan pertemuan antara pemerintah Desa Dimembe, Desa Wasian, Tokoh2 Agama (Wasian, Dimembe), Tokoh2 Masyarakat (Wasian, Dimembe) dan Pihak Kepolisian agar masalah ini tidak meluas. (Fian Ombeng)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional