by

Berimbas Ke Uang Jajan, Picu Mahasiswa Demo Soal Kopra

TELEGRAFNEWS – Harga komoditi kopra yang mengalami penurunan, ternyata berimbas juga kepada para mahasiswa.

Pasalnya mahasiswa-mahasiswa yang orang tuanya berprofesi sebagai petani mengurangi jatah uang jajan mereka, bahkan sampai uang untuk membayar kuliah dipangkas.

Salah satu perwakilan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dalam orasi kritisnya mengemukakan alasan mahasiswa-mahasiswa ini melakukan demo menuntut pemerintah membuat perda kopra, yakni karena berkurangnya uang jajan yang diberikan oleh orang tua mereka dan bukan hanya uang jajan, uang kuliah pun terpaksa dipangkas.

“Karena harga kopra turun, beberapa bulan ini, uang jajan dan uang kuliah kami berkurang,” kata mahasiswa perwakilan PMII cabang Manado ini didepan kantor Gubernur Sulawesi Utara.

Dirinya mengatakan, karena pemerintah tunduk pada regulasi pasar, alhasil harga kopra yang turun berimbas kepada mahasiswa-mahasiswa ini yang sedang menutut ilmu.

“Rapatkan barisan teman-teman,” teriaknya

“Kita akan tetap menyampaikan aspirasi dan meminta tuntutan serta meminta MOU antara pemerintah dengan gerakan kopra hari ini” teriaknya lagi.

Aksi demo jilid 2 dari Gerakan Kopra Sulut yang tergabung dalam berbagai organisasi mahasiswa ini, menyambangi kantor Gubernur Sulut untuk menindaklanjuti aksi demo jilid 1 yang mereka lakukan di depan kantor DPRD Sulut beberapa hari yang lalu, yang antara lain meminta agar ada peraturan daerah yang mengontrol harga komoditas kopra, apalagi komoditi ini adalah komoditi besar di Sulut.

Aspirasi Gerakan Kopra diterima oleh Asisten 2 bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Sulut, Rudi Mokoginta. (Indah Pesik)

Image and video hosting by TinyPic

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed