by

Targetkan Taman Baca di Kampung, HMI Cabang Tondano Sukses Adakan Seminar

TELEGRAFNEWS – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Tondano dan Korps HMI Wati HMI Cabang Tondano sukses mengadakan seminar bertajuk “Strategi Membangun Budaya Literasi di Era Digital”, Senin (22/10) 2018.

Acara turut dihadiri perwakilan Kemendikbud DR Ika Muni yang juga sebagai narasumber, Duta Baca Sulawesi Utara (Sulut) Faradila Bahmid, Dinas Kebudayaan Minahasa, Dinas Pendidikan Minahasa Kader-kader HMI Cabang Tondano dan tamu undangan dari organisasi Cipayung dan Paguyuban yang ada di Minahasa.

Narasumber DR Muni Ika selaku Tim Pakar Direktorat Pembinaan Pendidikan Keaksaraan dan Kesetaraan Kemendikbud menyampaikan kebijakan-kebijakan pemerintah pusat untuk mendukung gerakan literasi di Indonesia.

“Ada enam komponen Literasi dasar yang harus kita ketahui. Keenam Literasi dasar itu mencakup literasi baca tulis, literasi numerasi, literasi sins, literasi digital, literasi financial dan literasi budaya dan kewargaan,” ungkapnya.

Dirinya mengatakan enam komponen literasi dasar inilah yang akan membentuk masyarakat yang literat, berperadaban tinggi dan aktif memajukan masyarakat dunia.

Sementara, Faradhila Bachmid menyampaikan untuk menggerakan literasi dibuktikan melaluli best practice and success story kampung literasi.

“Yang memberikan banyak motivasi seperti sharing knowledge and sharing experience dalam menggerakkan literasi hingga ke sudut-sudut perkampungan. Kini saatnya kita yang harus mendekatkan buku ke masyarakat,” ajaknya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Minahasa yang diwakili Fiane Wales menyampaikan, literasi merupakan kualitas dalam huruf aksara yang di dalamnya meliputi kemampuan membaca dan menulis, akan tetapi lebih dari itu makna literasi juga mencakup visual yang artinya kemampuan untuk mengenali, dan memahami ide-ide yang disampaikan secara visual, adegan, video dan gambar.

Ada beberapa pendapat mengenai literasi seperti literasi dasar yaitu seperti kemampuan dasar menulis dan menghitung, ada juga litersi media seperti internet.

Sementara Jonly Muaya mewakili Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Minahasa menyampaikan, dukungan-dukungannya terhadap gerakan literasi yang dipelopori oleh generasi muda ini sangat positif.

Ke depan, kata dia, gerakan literasi ini bukan hanya digerakkan sekolah tapi generasi muda bisa turut menggerakkan didalam maupun di luar.

“Untuk membentuk taman-taman baca berbagai destinasi wisata di Minahasa. Tentu ini akan menjadi model baru yang sesuai dengan gaya anak muda kekinian yang terkadang bosan untuk membaca buku dalam perpustakaan,” ujarnya.

Sementara Ketua Umum HMI Cabang Tondano Suryani Mappe menegaskan betapa pentingnya kita kembali kepada literasi dan memanfaatkan perkembangan teknologi dengan bijak. Terlebih khusus kepada kader-kader HMI untuk “HMI back to literasi”.

“Bangsa dengan budaya literasi yang tinggi menunjukkan kemampuan bangsa tersebut berkolaborasi, berpikir kritis, kreatif, komunikatif sehingga dapat memerangi persaingan global. Literasi bukan hanya kita melek aksara, tapi lebih dari pada itu,” terangnya.

Ia menyampaikan, target besar dari kegiatan ini agar ke depan di Minahasa bertebaran taman-taman baca hingga kampung literasi demi terciptanya masyarakat berperadaban tinggi untuk kemajuan. (Mart)

Image and video hosting by TinyPic

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed