Menu

Motivator Hidup, Kengkang Tak Pernah Menyerah Pada Tantangan!

  Dibaca : 163 kali
Motivator Hidup, Kengkang Tak Pernah Menyerah Pada Tantangan!
Frangky Kowaas (Kengkang) ketika foto bersama teman-temannya semasa hidup. (FOTO: Ist)

TELEGRAFNEWS – Frangky Kowaas, dijuluki 1.000 nyali, akhirnya mendahului teman-temannya sesama atlet Paralayang. Kengkang panggilan akrab Frangky Kowaas pergi dengan meninggalkan duka yang teramat dalam bagi orang tua, istri, anak, sanak saudara dan teman.

Kengkang yang dikenal berjiwa sosial ini meninggal dunia akibat bencana gempa di Palu, Sulawesi Tengah bersama dengan atlet lainnya yang menginap di Hotel Roa-roa. Dia bersama teman-teman atlet paralayang diundang untuk mengikuti festival Tomoni di Kota Palu. Kengkang dikenal tak pernah marah terlalu lama oleh teman-temanya.

“Frangky tidak pernah menyimpan marahnya melebihi perjalanan matahari dalam sehari, benar atau salah, dia akan terlebih dahulu menyapa dengan eh, broooo,” ungkap Hery Rumondor teman sejawat Kengkang dengan nada sedih.

“Frangky memiliki semangat luar biasa, melebihi manusia biasa. Tidak pernah mengatakan tidak bisa untuk hal yang mustahil sekalipun,” kata Inyo sapaan akrab Hery Rumondor.

Di mata teman-temanya, kata Hery, Kengkang menjadi motivator hidup bagi siapapun, bahkan orang penakut sekalipun, jika diberi motivasi oleh Frangky akan berani melakukan olahraga ekstrim semisal Arung Jeram maupun Paragliding.

Jika di mata Inyo, pribadi Frangky Kowaas bisa menjadi motivator, Ricky Tafuama yang sudah berteman puluhan tahun dengan Frangky mengatakan bahwa Kengkang adalah sosok pribadi yang hebat.

“Dia tidak pernah menyerah terhadap tantangan, selalu ingin mencoba hal yang baru dan selalu mendorong orang lain untuk maju,” ujar Ricky yang sudah berteman selama 40 tahun dengan almarhum Kengkang.

“Banyak orang yang telah menerima kebaikannya,” kenang Ricky.

Joyner Rawung, salah satu anak didik almarhum Frangky pun mengatakan hal yang sama.

Laki-laki asal Sonder, Minahasa ini mengaku bangga bisa dididik oleh Kowaas.

“Saya bangga bisa diajarkan olahraga ekstrim oleh beliau (Frangky), dia adalah teman, guru bahkan pimpinan yang baik,” kata alumni Universitas Sam Ratulangi ini.

Frangky Kowaas tutup usia pada 57 tahun dengan meninggalkan seorang istri dan tiga anak.

Pergi dengan prestasi-prestasi yang mengagumkan membawa nama harum Indonesia khususnya Manado, Sulawesi Utara.

Sejumlah prestasi yang pernah diraihnya yakni Base Jumper pertama di Indonesia, Wingsuiting pertama di Indonesia, pelopor olahraga Panjat Tebing di Sulut, pelopor olahraga Arung Jeram di Sulut, pelopor Paralayang Sulut, pelopor Paramotor/Paratrike Sulut dan masih banyak lagi.

Sangat terlihat penghargaan teman-teman Kowaas saat mengantar jenazah ke pekuburan dengan penghormatan akan seorang yang bernyali 1.000 ini akan tetap jadi panutan, meninggalkan kisah dan teladan untuk teman-teman sejawatnya. (Indah Pesik)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional