Menu

Kejari Minut Amankan 1,3 M

  Dibaca : 483 kali
Kejari Minut Amankan 1,3 M

TELEGRAFNEWS – Gerak cepat kembali dilakukan oleh Kejaksaan Negeri Minahasa Utara (Kejari Minut) dibawah kepemimpinan Rustiningsih SH saat mendapat temuan  berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) yang di lakukan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Provinsi Sulawesi Utara mengenai dugaan penyimpangan anggaran pembangunan rehabilitasi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Maria Walanda Maramis.

Hal ini dibuktikan saat Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Minut Rustiningsih SH  didampingi Kasie Pidsus (Pidana Khusus) Antonius Silitonga yang mengungkapkan bahwa Korps baju coklat Minut kembali berhasil mengamankan uang negara sebesar 1,3 miliar dari penyimpangan anggaran pembangunan rehabilitasi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Maria Walanda Maramis.

“Berdasarkan Surat Perintah Penyelidikan Nomor 04/R1.16/Fd.1/09/2018 Kejaksaan Negeri Minahasa Utara melakukan penyelidikan dan kemudian memanggil pihak perusahaan pelaksana proyek pembangunan empat jenis pekerjaan RSUD Maria Walanda Maramis yang masing-masing dikerjakan oleh empat perusahan dengan nilai kontrak berbeda dengan total anggaran yang dikucurkan pemerintah lewat Dana Alokasi Khusus (DAK)  dalam proyek pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis ini sebesar Rp 19.895.388.000 ”, ujar Kajari Rustiningsih SH pada Kamis (4/9)2018 di Kantor Kejari Minut.

Dibeberkan oleh Rustiningsih bahwa empat jenis pekerjaan dalam proyek pembangunan RSUD Maria Walanda Maramis ini adalah :

  1. Pembangunan gedung rawat inap anggaran sebesar Rp 7.570.000.000 (tujuh miliar lima ratus tujuh puluh juta rupiah) yang dikerjakan oleh PT Cahaya Sinar Miracle diduga terdapat temuan kerugian negara sebesar Rp. 486.618.179
  2. Pembangunan gedung poliklinik anggaran sebesar Rp. 9.442.000.000 (Sembilan miliar empat ratus empat puluh dua juta rupiah) yang dikerjakan oleh PT Karya Tri Putra diduga terdapat temuan kerugian negara sebesar Rp 634.535.916
  3. Pembangunan gedung laundry anggaran sebesar Rp. 1.007.268.000 (satu miliar tujuh juta dua ratus enam puluh delapan ribu rupiah) yang dikerjakan oleh CV Amin Anugrah diduga terdapat kerugian negara sebesar Rp 58.738 972
  4. Pembangunan lanjutan rawat inap dengan anggaran sebesar 1.876.120.000 (satu miliar delapan ratus tujuh puluh enam juta seratus dua puluh ribu rupiah) yang dikerjakan CV BOP’S diduga terdapat kerugian negara sebesar Rp 129,228.989.

“Keempat perusahan tersebut dipanggil untuk mengembalikan dugaan kerugian negara, yang total jumlahnya sebesar Rp 1.309.122.058” ungkap Rustinimgsih.

Kasie Pidsus Kejari Minut Antonius Silitonga bersama barang bukti

Ditambahkan oleh Kasie Pidsus Kejari Minut Antonius Silitonga bahwa Kasus ini merupakan hasil dari penerapan aplikasi Pencegahan dan Penyelamatan Keuangan Negara (P2KN) antara Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) yakni Inspektorat Minut dan Aparat Penegak Hukum (APH) yang adalah hasil dari proyek perubahan pada Diklat di Kejaksaan Agung dan Aplikasi Ini berisi laporan temuan dari pekerjaan yang dilakukan pihak ketiga yang hanya bisa diakses oleh pihak Kejaksaan dan Inspektorat Minut.

“Saat ini Dua perusahan, yakni CV BOP’S dan CV Amin Anugerah langsung beritikad baik datang mengembalikan uang . Untuk kedua perusahaan yang tidak memenuhi panggilan, kami akan panggil kembali pada kamis 11 Oktober pekan depan dan jika mereka tidak kooperatif memenuhi panggilan, maka proses hukum temuan ini akan ditingkatkan ke tahap penyidikan” Tutup Silitonga.

(Fian Ombeng)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional