by

Gugah Kepedulian terhadap ODGJ, Pater Aven Surati Bupati Manggarai Barat

-Daerah-1,329 views

 

TELEGRAFNEWS – Pater Aven Saur SVD, imam Gereja Katolik sekaligus pegiat kemanusian yang konsen pada penanganan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), kembali mengirimkan surat terbuka kepada Bupati Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Agustinus Ch Dula.

Dalam surat itu, dia kembali meminta Bupati Agustinus Ch Dula untuk segera bertindak menangani para penderita ODGJ yang tersebar di wilayah Manggarai Barat. Pasalnya, hingga mendekati penghujung masa jabatan periode keduanya, para penderita ODGJ seakan menjadi bagian dari rakyat yang dilupakan oleh pemerintah daerah.

“Sudah hampir delapan tahun Bapak memerintah rakyat Manggarai Barat (Mabar). Tetapi sentuhan tangan pengabdian Bapak buat rakyat kita yang menderita gangguan jiwa tak kunjung terasa,” tulis Pater Aven Saur dalam suratmya yang dikirim, Kamis (23/10) 2018.

Ini merupakan suratnya yang kedua untuk menggugah hati Bupati Dula. Sebelumnya, Selasa (26/06) 2018, lalu, dia juga telah mengirimkan surat serupa kepada Bupati.

Intinya meminta pemerintah daerah agar memperhatikan para penyandang ODGJ di wilayahnya. Namun hingga surat kedua dilayangkan, tak ada kebijakan juga program nyata dari pemerintah daerah setempat.

Padahal berdasarkan data diperoleh Telegrafnews, dari catatan Kelompok Kasis Insanis (KKI) ada 100 lebih rakyat Manggarai Barat teridentifikasi menderita gangguan jiwa dengan kondisi yang memprihatinkan.

“Lihat saja saudara kita yang satu ini, warga di salah satu kampung di Kecamatan Welak, Mabar. Dua kaki terpasung di luar kampung, pada gubuk luar biasa, tanpa perawatan medis sedikit pun,” lanjut Pater Aven dalam surat keduanya itu.

Pater Aven Saur adalah seorang imam Gereja Katolik dari tarekat Serikat Sabda Allah (SVD) yang bertugas di Ende, Flores.
Dia juga adalah pendiri Komunitas Kasih Insanis (KKI) yang berbasis di Ende. Kelompok ini, dengan relawan yang tersebar di sejumlah daerah telah memberi pelayanan kepada penyandang ganggguan jiwa, termasuk di Kabupaten Manggarai Barat.

Berikut Isi Lengkap Surat Pater Aven Saur SVD:

SURAT TERBUKA II UNTUK BUPATI MANGGARAI BARAT

Salam jumpa lagi Bapak Bupati Manggarai Barat, Flores.

Dengan hati teriris dan jantung bergetar menyaksikan hebatnya derita saudara kita ini, untuk kedua kalinya, saya mengirim surat terbuka ini buat Bapak Bupati.

Sudah hampir delapan tahun Bapak memerintah rakyat Manggarai Barat (Mabar). Tetapi sentuhan tangan pengabdian Bapak buat rakyat kita yang menderita gangguan jiwa tak kunjung terasa.

Lihat saja saudara kita yang satu ini, warga di salah satu kampung di Kecamatan Welak, Mabar. Dua kaki terpasung di luar kampung, pada gubuk luar biasa, tanpa perawatan medis sedikit pun.

Pada surat terbuka pertama beberapa waktu lalu, kita menyaksikan saudara kita yang juga terpasung (dua kaki sekaligus satu tangan), juga di luar kampung dengan gubuk serupa, tanpa perawatan sedikit pun.

Kiranya dua rakyat jelata ini sudah cukup mewakili kenyataan adanya rakyat gangguan jiwa di Mabar.
*
Saya membayangkan jalan yang kurang terlalu sulit dalam menggapai saudara-saudari kita yang menderita gangguan jiwa yang hampir terdapat di seantero Mabar.

Jalan itu, adalah bahwa karena sejak 2017, pada Dinkes dan semua puskesmas sudah ada porsi khusus terkait pelayanan standar buat rakyat gangguan jiwa, maka kiranya belum terlambat untuk mengadakan pelatihan kesehatan jiwa buat segelintir dokter agar berani mendiagnosis pasien gangguan jiwa.

Demikian juga perawat, dilatih, agar berani mengunjungi dan mendatakan pasien-pasien gangguan jiwa.

Kiranya tak perlu saya menjelaskan di sini perihal aneka kebijakan dan prosedur lainnya, misalnya, terkait obat dan koordinasi antara Puskesmas dan Dinkes Kabupaten serta Dinkes Provinsi dan Ditjen Kesehatan Jiwa di Kementerian Kesehatan, sebab Bapak beserta pemimpin pada organisasi perangkat daerah sudah pasti lebih tahu.
*
Besar harapan, pada suatu waktu nanti, kita berjumpa, berjumpa dengan para relawan kemanusiaan peduli orang dengan gangguan jiwa yang selama ini sudah berjalan-jalan dari kampung yang satu ke kampung yang lain di wilayah Mabar, dan yang juga sudah berkontak dengan beberapa pihak puskesmas, demi mengangkat martabat rakyat yang dililit derita jiwa. (Rey)

Image and video hosting by TinyPic

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

1 comment

News Feed