Menu

Bertaruh Nyawa Di Laut, Gaji Aldi Malah Dipotong

  Dibaca : 1831 kali
Bertaruh Nyawa Di Laut, Gaji Aldi Malah Dipotong

TELEGRAFNEWS – Entah mana yang lebih menjadi nasib sial bagi Aldi Novel Adilang (19 Tahun), warga Desa Lansa Kecamatan Wori Kabupaten Minahasa Utara yang sempat hilang selama 46 hari saat menjaga rumah rakit yang berjarak sekitar 125 KM dari Manado ini.

Pasalnya, setelah bertaruh nyawa bertahan hidup selama di lautan lepas dan akhirnya bisa berkumpul lagi dengan keluarga di Desa Lansa, Gaji Aldi ternyata dipotong oleh pemilik rakit karena terhitung tidak masuk kerja saat hilang di laut lepas.

Dari wawancara secara langsung dengan kedua orang tua Aldi dirumahnya pada  Senin (24/9) 2018, terungkap bahwa usai Aldy pulang bersama keluarga, orang tua Aldi,  Alfian Adilang didampingi istri Net Kahiki menyayangkan sikap dari Bos Aldi yakni pemilik Rakit bernama Rendy yang tinggal di Tumumpa Kecamatan Tuminting.

“Kami sebagai orangtua sangat menyayangkan sikap dari pihak bos aldi yang tidak ada tanggung jawab atas hilangnya aldi selama 46 hari. Bahkan bos aldy ketika ditanyai, selalu mengatakan, jangan melaporkan masalah ini ke pihak polisi. kami mengadu kepada bos tempat Aldi bekerja dan hanya dijawab bahwa Aldi sudah di filipina tetapi sebenarnya ia tidak mengetahui jelas dan berbohong. Saat aldi ditemukan di jepang pun tidak ada tanggung jawabnya  sama sekali. Lebih mirisnya, gaji Aldi selama bekerja hanya terhitung selama dua bulan dan yang waktu aldi hanyut itu tidak dihitung. Bahkan gaji aldi hanya di berikan setengah yakni 1.300.000, sedangkan perjanjian kerja aldy menerima upah 2.000.000 dalam sebulan,” keluh Alfian.

Baca juga : Gunakan Rakit, Nelayan Asal Wori “Nongol” Di Jepang

Dari pengakuan aldi keibunya bahwa selama 46 hari terombang ambing , aldi bertahan hidup memakan hasil tangkapan ikan namun ketika bahan bakar sudah habis, ia bahkan memakan ikan mentah untuk bisa dapat energi, sedangkan pada waktu kehabisan stok air bersih, dirinya bertahan hidup dengan  meminum dari air yang di celupkan ke baju dan di minum untuk mengurangi rasa asin

“Ia memotong kayu yang berada di rakit lalu memasak tetapi itu tak berlangsung lama, Sehingga memakan ikan mentah, Suatu ketika entah hari keberapa katanya ia sudah lemas dan kekurangan suplai air” ujarnya yang juga menambahkan bahwa aldi menekuni profesi pencari ikan ini dari dua tahun lalu sejak umur 16 tahun.

“Kami keluarga tak melaporkan kepada polisi karena setau kami pihak tempat aldi bekerja akan bertanggung jawab. Waktu Pertama Dapat informasi aldi diketemukan, pihak keluarga dapat informasi dari polsek Wori yang menghubungi dan langsung melakukan kontak via SKYPE,” tukasnya.

Sementara itu Pejabat Hukum Tua Desa Lansa V. David membenarkan kejadian yang menimpa aldi. Ia mengatakan aldi sudah dari tahun lalu kerja dirakit. Dan aldi berangkat dari desa lansa hanya sendiri.

“Setahu saya aldi kerja pada bos pajeko milik bos tumumpa yang mengerjakan aldi di rakit,” katanya, seraya menambahkan saat aldi dalam keadaan hanyut kedua orang tua tidak tahu dan tidak ada laporan dari kedua orang tuanya ke Pemerintah Desa.

(Fian Ombeng)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional