Menu

Astaga! Kesal Diberitakan, Oknum Kepala PLN Siau Ancam Potong Wartawan

  Dibaca : 107 kali
Astaga! Kesal Diberitakan, Oknum Kepala PLN Siau Ancam Potong Wartawan
Jaringan Listrik PLN. (FOTO:Ilustrasi)

TELEGRAFNEWS – Sebagai pejabat, sikap tak layak dicontohi dilakukan oknum kepala Perusahan Listik Negara (PLN) Rayon Siau yakni AP alias Apolos. Pasalnya, Apolos ditenggarai mengancam sejumlah wartawan saat mereka melakukan konfirmasi terkait pemberitaan, Senin (31/7) 2018. di kantor

Pengancaman dengan nda keras dan hendak memotong (penggal) jurnalis, itu dilakukan AP kepada wartawan Kompas TV, Jufri Kasumbala yang sehari-hari melakukan peliputan Kabupaten Sitaro. Saat itu, kantor PLN yang terletak di Kelurahan Ondong, didatangi tiga jurnalis, termasuk Kasumbala.

Kala itu, Kasumbala dan dua rekannya hendak mengkonfirmasi soal pemberitaan limbah PLN yang mencemari lingkungan. Mereka pun menemui AP selaku pimpinan PLN guna menanyakan hal tersebut yang sempat diberitakan. Anehnya, AP bukannya memberikan keterangan, dia malah kesal dengan nada tinggi melontarkan perkataan ‘kalau kita dapa pa ngana kita potong ngana pe leher (Kalau saya menemukan kamu saat itu, saya potong leher kamu)’ begitu kata Apolos dengan emosi dan direkam wartawan.

Spontan, perkataan oknum kepala PLN ini mendapat reaksi keras. Sejumlah insan pers menilai, sebagai pejabat publik tak elok melontarkan pernyataan beraroma ancaman seperti yang terekam video kamera wartawan.

“Kami kerja dilindungi Undang-Undang (UU). Tidak seharusnya oknum pejabat seperti AP melontarkan pernyataan begitu. Karenanya kami wartawan, khususnya yang bertugas di Sitaro tidak terima dengan perilaku oknum Kepala PLN Siau itu,” tegas Jonly Kaletuang dan Andika Janis, Jurnalis Reportase serta Tribun Manado mewakili Aliansi Wartawan Sitaro.

Ketiganya mendesak pimpinan PLN Wilayah Suluttenggo, mencopot AP dari jabatannya karena telah melakukan dugaan intimidasi.

“Apalagi dalam menjalankan tugas, kami dilindungi oleh Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers. Makanya kami mendesak agar pimpinan PLN wilayah Suluttenggo mencopot AP dari jabatannya,” pinta mereka.

Soal itu, AP kemudian sadar dan mengaku emosi Ketika dikonfirmasi terkait pernyataanya, dia mengatakan saat itu hanya bentuk kekesalan atas pemberitaan yang memuat soal limbah PLTD milik PLN.

“Iya memang benar (pernyataan) itu. Tapi memang waktu itu saya emosi. Tidak ada maksud mengancam atau mengintimidasi. Karena saya katakan waktu itu,” terang Apollos via sambungan telepon saat dikonfirmasi media ini. (edwin bawole)

 

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional